Ustadz Imam Syafi’ie adalah salah satu pengajar senior di Pondok Pesantren Al-Ghanna Jakarta yang dikenal sebagai sosok berwibawa, tekun, dan penuh pengabdian. Beliau lahir di Tanah Laut pada 7 Agustus 1993, dan berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Saat ini beliau berdomisili di Banyu Aju, Pamoroh, Kadur, Pamekasan, dan tetap aktif berdakwah serta membimbing santri-santri dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Perjalanan Pendidikan

Sejak kecil, Ustadz Imam Syafi’ie telah menempuh jalan ilmu melalui pendidikan formal dan non-formal yang kokoh dalam tradisi pesantren. Beliau menempuh pendidikan dasar di MI Miftahul Ulum Sumber Jaya, lalu melanjutkan ke MTs Miftahul Ulum Banyu Aju, dan menamatkan pendidikan menengah di MA Miftahul Ulum Banyu Aju.

Setelah itu, beliau melanjutkan studi tinggi di Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan, pada jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam perkuliahannya, beliau tidak hanya memperdalam aspek keilmuan, tetapi juga mengasah kemampuan pedagogik dan kepemimpinan yang kelak menjadi bekal dalam dunia pendidikan pesantren.

Selain pendidikan formal, beliau juga menimba ilmu di berbagai pesantren besar yang berperan penting dalam membentuk karakter dan keilmuan beliau. Di antaranya:

  1. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumber Jaya
  2. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyu Aju
  3. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sidogiri

Selama belajar di pesantren, beliau dibimbing langsung oleh para ulama besar, di antaranya KH. Muhammad Nawawi Abd Mu’in (Banyu Aju) dan KH. Ahmad Nawawi Sidogiri, dua sosok guru yang menanamkan nilai-nilai istiqamah, adab, dan kesungguhan dalam beramal.

Bidang Keilmuan dan Pengajaran

Ustadz Imam Syafi’ie memiliki keahlian luas di bidang Fiqih, Nahwu, Tajwid, dan Bahasa Arab. Beliau dikenal sebagai pengajar yang sistematis dan mampu menjelaskan ilmu dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan santri.
Salah satu keunggulan beliau adalah dalam mengembangkan Metodologi Cepat Baca Kitab, sebuah pendekatan praktis untuk mempercepat pemahaman santri terhadap teks-teks klasik berbahasa Arab.

Dengan pengalaman mengajar lebih dari 9 tahun, beliau telah membimbing banyak santri dari berbagai latar belakang, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat umum. Cara mengajarnya yang disiplin namun penuh kelembutan menjadikan beliau sosok guru yang dihormati dan dicintai oleh murid-muridnya.

Pengalaman Organisasi dan Dakwah

Dalam bidang organisasi dan dakwah, Ustadz Imam Syafi’ie memiliki pengalaman yang luas dan mendalam. Beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Pondok, sebuah amanah besar yang beliau jalankan dengan tanggung jawab tinggi.
Selain itu, beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan dakwah, di antaranya:

  1. Mengasuh lima majelis ta’lim yang rutin mengadakan kajian keagamaan.
  2. Aktif sebagai pengurus DKM masjid, membina kegiatan ibadah dan sosial masyarakat.
  3. Terlibat dalam pengelolaan empat pesantren, di mana beliau turut serta dalam pembinaan santri dan pengembangan sistem pendidikan.

Dakwah bagi beliau bukan hanya berbicara di mimbar, tetapi juga menjadi teladan dalam perilaku dan keseharian.

Pribadi dan Inspirasi

Ustadz Imam Syafi’ie dikenal sebagai pribadi yang ikhlas, sabar, dan konsisten dalam mengajar. Kecintaannya terhadap ilmu menjadikan beliau selalu bersemangat dalam membimbing santri, tanpa mengenal lelah.
Beliau memiliki hobi mengajar, dan bagi beliau, mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati dan bentuk pengabdian kepada Allah ﷻ.

Nasihat-nasihat beliau kepada santri seringkali sederhana, namun penuh makna. Salah satunya adalah kalimat dalam bahasa Arab yang menjadi motto hidupnya:

لا تموتوا بعلم واحد بل موتوا بعلوم كثيرة
“Janganlah kalian mati hanya dengan satu ilmu, tetapi matilah dengan banyak ilmu.”

Kalimat ini menjadi prinsip hidup beliau — bahwa menuntut ilmu harus dilakukan sepanjang hayat, karena ilmu adalah cahaya yang tak pernah padam.

Motto hidup: “Janganlah mati hanya dengan satu ilmu, tetapi matilah dengan banyak ilmu.”
Hobi: Mengajar

Other Story