Ustadz Salman Al-farisi adalah salah satu pengajar di Pondok Pesantren Al-Ghanna Jakarta yang dikenal sebagai pribadi yang tenang, berakhlak lembut, dan penuh semangat dalam mengabdi di dunia pendidikan pesantren. Beliau lahir di Madura pada 18 Agustus 2004, dan kini berdomisili di Jl. Karangjati RT 02/RW 01, Genengan, Pakisaji, Malang.
Dalam kesehariannya, beliau dikenal dengan sapaan Ustadz Salman, sosok yang ramah, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan santri.

Perjalanan Pendidikan

Perjalanan pendidikan Ustadz Salman dimulai dari jenjang dasar di SDN Kebonagung 06, kemudian melanjutkan ke SMP Islam Ma’arif 02 Malang. Sejak kecil, beliau telah menunjukkan minat besar terhadap dunia ilmu agama dan kehidupan pesantren. Hal ini mengantarkannya untuk menempuh pendidikan non-formal di berbagai pesantren, tempat beliau memperdalam ilmu syariat, akidah, dan sejarah Islam.

Dalam menuntut ilmu, beliau dibimbing oleh banyak guru dan ulama yang berperan penting dalam membentuk kepribadiannya, di antaranya:
Ustadz Ibnu Ghozi, Ustadz Salman, Ustadz Alfin, Ustadz Thoifur, Ustadz Alwi, Habib Syafiq, Habib Abdurrahman, Habib Hamid, Ustadz Khulaifi, Ustadz Khoiron, Ustadz Syafi’i, dan Ustadz Fadhil.
Dari mereka, beliau belajar nilai-nilai luhur seperti keikhlasan, kesabaran, dan semangat berjuang dalam menuntut serta mengajarkan ilmu agama.

Bidang Keilmuan dan Pengajaran

Ustadz Salman memiliki minat dan kemampuan kuat di bidang Fiqih dan Sejarah Islam (Tarikh). Beliau mengasuh dan mendalami beberapa kitab penting yang menjadi rujukan utama dalam pengajaran pesantren, di antaranya:

  • Fathul Qorib (Fiqih)
  • Mutammimah al-Jurumiyah (Nahwu)

Kitab-kitab tersebut tidak hanya beliau pelajari, tetapi juga beliau ajarkan kepada santri dengan penuh kesungguhan. Dalam setiap pengajarannya, beliau menekankan pentingnya memahami ilmu agama tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari nilai moral dan sejarah perjuangan umat Islam.

Meskipun masih muda, Ustadz Salman dikenal memiliki kemampuan menyampaikan pelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami dan pendekatan yang menyejukkan. Para santri merasa dekat dengannya karena ia mengajar dengan hati, bukan hanya dengan kata.

Pengalaman Organisasi dan Dakwah

Dalam bidang organisasi dan dakwah, Ustadz Salman saat ini fokus pada kegiatan internal pesantren. Ia kerap dilibatkan dalam bimbingan santri baru, pembinaan ibadah, serta diskusi keilmuan harian.
Meskipun belum banyak terjun ke kegiatan dakwah eksternal, beliau memiliki semangat kuat untuk terus mengasah kemampuan berbicara di depan umum dan berdakwah di masyarakat.

Beliau percaya bahwa setiap guru adalah da’i, dan setiap da’i harus mendidik dengan keteladanan, bukan sekadar dengan kata-kata.

Pribadi dan Inspirasi

Ustadz Salman dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan pekerja keras. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar, beliau tetap menyempatkan diri untuk menekuni hobi yang ia sukai, yaitu bermain futsal. Baginya, olahraga bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana untuk menjaga kesehatan jasmani dan memperkuat ukhuwah di antara santri dan pengajar.

Dalam kesehariannya, beliau kerap menasihati santri dengan kalimat sederhana namun penuh makna:

“Jadilah orang yang bermanfaat.”

Bagi beliau, hidup yang bermanfaat adalah hidup yang dijalani dengan memberi — memberi ilmu, waktu, tenaga, dan doa kepada sesama. Prinsip itu ia jadikan landasan dalam setiap langkah pengabdian di Pondok Pesantren Al-Ghanna.

Motto hidup: “Jadilah orang yang bermanfaat.”
Hobi: Futsal

Other Story