
Ustadz Salman Alfarisi adalah salah satu pengajar senior di Pondok Pesantren Al-Ghanna Jakarta yang dikenal karena keteguhan ilmu, keluasan wawasan, dan kelembutan tutur kata. Beliau lahir di Bangkalan, Madura, pada 7 November 1989, dan kini menetap di Condet, Jakarta Timur.
Sosok beliau memancarkan keteduhan seorang alim yang tidak hanya memahami ilmu agama secara mendalam, tetapi juga menanamkannya dengan penuh kebijaksanaan dan kasih.
Perjalanan Pendidikan
Perjalanan menuntut ilmu Ustadz Salman Alfarisi telah dimulai sejak usia dini di lingkungan pendidikan yang sarat nilai-nilai keislaman. Beliau menempuh pendidikan dasar di SDN Pakaan Dajah dan Madrasah Raudlatul Ulum saat berada di kampung halaman.
Kemudian melanjutkan studinya di Pondok Pesantren Sidogiri, dimulai dari Madrasah Isti’dadiyah Sidogiri, kemudian Madrasah Ibtidaiyah Sidogiri, berlanjut ke Madrasah Tsanawiyah Sidogiri, dan menamatkan jenjang menengah atas di Madrasah Aliyah Sidogiri, yang semakin memperkuat dasar keilmuan dan spiritualitasnya.
Sebagai santri yang haus ilmu, beliau mengabdikan sebagian besar hidupnya di Pondok Pesantren Sidogiri, tempat beliau menimba berbagai cabang ilmu agama dengan penuh keikhlasan dan kedalaman. Dari lembaga ini pula lahir banyak ulama yang menorehkan pengaruh besar dalam dakwah Islam di Indonesia, dan Ustadz Salman merupakan salah satu alumninya yang terus melanjutkan estafet perjuangan tersebut.
Saat menempuh studi di pesantren, beliau tercatat pernah belajar langsung di bawah rentang tiga pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, yaitu:
- Almaghfurlah KH. Abdul Alim bin Abdul Djalil (w. 2005 M)
- Almaghfurlah KH. A. Nawawi bin Abdul Djalil (w. 2021 M)
- KH. A. Fuad bin Noer Hasan (Pengasuh saat ini)
Bidang Keilmuan dan Pengajaran
Ustadz Salman memiliki kompetensi yang luas dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, di antaranya:
- Fiqih
- Nahwu
- Balaghah
- Tafsir
- Ulumul Qur’an
- Ilmu Hadis
- Musthalah Hadis
- Sirah Nabawiyah
- Sirah Khulafa
Dalam dunia pendidikan, beliau dikenal sebagai pengajar yang mampu mengaitkan teks klasik dengan konteks kehidupan modern tanpa kehilangan ruh keilmuan dan adabnya.
Selain itu, beliau juga pernah menjalankan tugas dakwah sebagai Guru Tugas di Desa Mandiro, Bondowoso, mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat dengan pendekatan yang santun dan membumi.
Beliau telah mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di berbagai tingkatan lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri, di antaranya:
- Madrasah I’dadiyah selama 2 tahun (2011–2013)
- Madrasah Tsanawiyah selama 3 tahun (2013–2016)
- Madrasah Aliyah selama 2 tahun (2016–2018)
Setelah sekian lama mengajar di Sidogiri, beliau melanjutkan pengabdiannya di Pondok Pesantren Al-Ghanna Jakarta, membawa semangat ilmu dan tradisi keulamaan yang mendalam.
Kitab-kitab utama yang beliau ajarkan meliputi Ilmu Fiqih dan Ilmu Nahwu, dua fondasi utama dalam memahami syariat Islam.
Pengalaman Organisasi dan Dakwah
Selain aktif mengajar, Ustadz Salman juga memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia organisasi, jurnalistik, dan dakwah pesantren. Beliau pernah berkiprah dalam berbagai lembaga dan media di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri, di antaranya:
- Redaksi Buletin Istinbat (Kuliah Syariah) Sidogiri
- Redaksi Buletin Mata Pena Sidogiri
- Redaksi Majalah Peduli (LAZ Sidogiri)
- Redaksi Majalah Ijtihad (OMIM Aliyah Sidogiri)
- Redaksi Majalah Sidogiri Media
- Redaksi Koran Kabar Ikhtibar (Badan Pers Pesantren)
- Kepala Redaksi Buletin Istinbat (Kuliah Syariah) Sidogiri
- Admin Media Sosial Resmi Sidogiri (Twitter, Facebook, dan Instagram)
- Ketua Ikatan Santri Sidogiri (ISS)
- Anggota Tim Lasiyama I’dadiyah Sidogiri
- Komisaris Madrasah Tsanawiyah Sidogiri
- Tata Usaha Madrasah Aliyah Sidogiri
- Mu’allim Al-Qur’an Taklimiyah Sidogiri
- Pembina Diklat Shalat Ubudiyah Sidogiri
- Pembina Kajian Fiqh Muhafa I’dadiyah Sidogiri
- Pembina Annajah Center Sidogiri (ACS)
- Pembina Diklat Menulis Badan Pers Pesantren (BPP)
- Pembina Fakultas Akidah dan Sejarah LPSI (Lembaga Penelitian dan Studi Islam) Kuliah Syariah Sidogiri
Pribadi dan Inspirasi
Ustadz Salman Alfarisi dikenal sebagai pribadi yang berwawasan luas dan tekun dalam mengabdi. Beliau memegang teguh prinsip bahwa seorang pengajar tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa santri agar berakhlak mulia.
Keilmuan beliau diimbangi dengan kerendahan hati, menjadikannya sosok guru yang dihormati sekaligus dicintai oleh murid-muridnya.
Dalam berbagai kesempatan, beliau sering menasihati para santri dengan ungkapan yang penuh makna:
“Ilmu tanpa adab hanyalah beban, dan adab tanpa ilmu hanyalah semangat tanpa arah.”
Kalimat tersebut menjadi pedoman hidup yang beliau terapkan dalam keseharian. Dengan keikhlasan dan dedikasinya, beliau terus berusaha meneladani para ulama Sidogiri yang mendidik dengan ketulusan dan beramal tanpa pamrih.
Motto Hidup
“Mengajarkan ilmu dengan adab, mengabdi dengan ikhlas, dan hidup dalam keberkahan.”
Hobi
Menulis, membaca kitab, dan berdiskusi ilmiah.




















