Ustadz Syafiq Al Qadrie adalah salah satu pengajar di Pondok Pesantren Al-Ghanna Jakarta yang dikenal sebagai pribadi berilmu luas, berakhlak tenang, dan memiliki semangat dakwah yang tinggi. Beliau lahir di Jakarta pada 23 Juli 2000, dan kini menetap di Jl. Cipinang Muara Ilir II No. 10C RT 05/RW 05 (Majelis At-Taufiq).
Dalam kesehariannya, beliau dikenal dengan sapaan Ustadz Syafiq, sosok yang lembut dalam tutur kata, tegas dalam prinsip, dan selalu menghadirkan keteduhan dalam setiap majelis ilmunya.

Perjalanan Pendidikan

Perjalanan menuntut ilmu Ustadz Syafiq dimulai dari pendidikan dasar di SDN Palmeriam 01, kemudian melanjutkan ke MTs Al-Habib Sholeh bin Alwi Al-Haddad, dan menamatkan pendidikan menengah di MA Al-Habib Sholeh bin Alwi Al-Haddad.
Kecintaannya terhadap ilmu agama mendorong beliau untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai lembaga pendidikan non-formal yang penuh barokah. Beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Habib Sholeh bin Alwi Al-Haddad (Pontianak) dan kemudian melanjutkan ke Darul Musthafa, Tarim – Hadhramaut, salah satu pusat ilmu Islam terbesar di dunia.

Selama menuntut ilmu di berbagai tempat tersebut, beliau mendapat bimbingan dari para guru dan ulama besar, di antaranya:

  • Habib Hasan Al-Haddad dan Habib Abdurrahman Al-Muthahar (Pontianak)
  • Sayyidi Al-Habib Umar bin Hafidz dan Habib Muhammad Al-Aydrus (Tarim)
  • Habib Muhammad bin Husein Habsyi (Sey’un)

Dari para guru mulia itu, beliau belajar makna keikhlasan, kelembutan hati, dan pentingnya menebarkan cahaya ilmu kepada umat dengan kasih sayang.

Bidang Keilmuan dan Pengajaran

Ustadz Syafiq memiliki keahlian yang luas dalam berbagai cabang ilmu syariat, di antaranya Tafsir, Fiqih, Hadis, dan Fiqh Dakwah.
Beliau mengasuh pelajaran Fiqih dan Tafsir, dua disiplin ilmu yang beliau ajarkan dengan pendekatan yang menyentuh hati dan menumbuhkan semangat pengamalan.

Dalam dunia pendidikan, beliau telah berpengalaman mengajar di berbagai tempat, di antaranya:

  • Pondok Pesantren As-Shidqu selama 2 tahun,
  • Majelis At-Taufiq selama lebih dari 2 tahun,
  • serta Masjid Nurul Aliyah selama 1 tahun.

Gaya mengajarnya dikenal tenang, teratur, dan penuh makna. Ia tidak hanya menekankan sisi akademik, tetapi juga ruhani — mengajarkan bahwa ilmu harus disertai dengan niat yang tulus dan adab yang tinggi.

Pengalaman Organisasi dan Dakwah

Selain aktif sebagai pengajar, Ustadz Syafiq juga memiliki pengalaman luas di bidang organisasi dan dakwah.
Beliau pernah tergabung dalam Wahdatul Iman, organisasi pelajar Indonesia di Darul Musthafa, serta pernah menjabat sebagai Ketua IRNA, wadah yang menaungi kegiatan para remaja dan santri muda.

Dalam kegiatan dakwah, beliau rutin mengisi khutbah Jumat, ceramah maulid, serta berbagai kajian keislaman di lingkungan masyarakat dan majelis remaja.
Gaya dakwahnya menenangkan — mengajak, bukan menghakimi; membimbing dengan hikmah, bukan dengan emosi. Karena baginya, dakwah adalah seni menuntun hati menuju Allah dengan kelembutan dan keteladanan.

Pribadi dan Inspirasi

Ustadz Syafiq adalah sosok yang aktif, disiplin, dan memiliki semangat tinggi dalam menjaga keseimbangan antara ilmu, ibadah, dan jasmani. Beliau gemar bermain futsal dan bela diri, dua hobi yang mencerminkan energi dan ketegasan karakternya.
Namun di balik sikap tegas dan kuat itu, tersimpan kelembutan hati dan kepekaan terhadap sekitar.

Beliau kerap menasihati para santri dan jamaah dengan pesan sederhana namun mendalam:

“Ilmu, dakwah, dan suluk — tiga jalan menuju Allah yang tidak boleh dipisahkan.”

Nasihat ini menggambarkan pandangan hidup beliau bahwa ilmu harus disebarkan melalui dakwah, dan keduanya hanya akan bernilai jika diiringi dengan suluk — perjalanan hati menuju keridhaan Allah.

Dengan ketulusan dan dedikasinya, Ustadz Syafiq terus menjadi sosok panutan bagi para santri, guru muda, dan jamaah di sekitarnya.

Motto hidup: Ilmu, dakwah, suluk.
Hobi: Futsal, bela diri.

Other Story