Sudah diketahui secara pasti, bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kebersihan, kerapihan, serta keharuman pemeluknya. Tidak hanya sebatas kebersihan hati dan jiwa, namun juga kebersihan lahiriah: tubuh, pakaian, tempat tinggal, bahkan lingkungan sekitar. Dalam ajaran Islam, kebersihan bukanlah perkara sepele, tetapi merupakan bagian dari keimanan. Bahkan agama Islam ini dibangun atas dasar kebersihan, sebagaimana dikatakan dalam hadis Rasulullah:

تَنَظَّفُوا بِكُلِّ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى بَنَى الإِسْلامَ عَلَى النَّظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلا كُلُّ نَظِيفٍ

“Bersihkanlah dirimu dengan segala cara yang kamu mampu, karena sesungguhnya Allah membangun Islam diatas kebersihan. Dan tidak akan pernah masuk surga, kecuali orang-orang yang bersih.”

Oleh sebab itu, sepatutnya seorang muslim harus selalu menjaga kebersihan dirinya, karena Rasulullah telah mencontohkan hal itu dalam setiap aspek kehidupannya. Menjadikan kebersihan dan wewangian sebagai bagian dari sunah yang semestinya kita teladani.

Bagaimana Wangi & Bersih Fisik Rasulullah?

Rasulullah sosok manusia yang sangat memperhatikan dan menjaga kebersihann diriya, dengan sangat menjaga rutinitas mandi setiap hari, mencuci tangan sebelum makan, bersiwak dalam setiap kondisi, memotong kuku, dan masih banyak lagi cara Rasulullah membersihkan diri.

Oleh sebab itulah Rasulullah dijuluki sebagai paling bersihnya makhluk yang Allah ciptakan, sebagaimana dikatakan oleh salah satu shahabat:

مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَأَنَّ الشَّمْسَ تَجْرِي فِي وَجْهِهِ، وَمَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَطْهَرَ ثَوْبًا وَلَا أَنْقَى مِنْهُ

“Aku tidak pernah melihat sesuatu pun yang lebih indah daripada Rasulullah, seolah-olah matahari berjalan (bersinar) di wajahnya. Dan aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bersih pakaiannya dan lebih suci (rapi) daripada beliau.”

Selain dikenal sebagai sosok yang sangat bersih, Rasulullah juga memiliki aroma wangi luar biasa yang muncul dari badannya, sebagaimana dijelaskan beberapa shahabat:

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْأُولَى ثُمَّ خَرَجَ إِلَى أَهْلِهِ وَخَرَجْتُ مَعَهُ فَاسْتَقْبَلَهُ وِلْدَانٌ فَجَعَلَ يَمْسَحُ خَدَّيْ أَحَدِهِمْ وَاحِدًا وَاحِدًا قَالَ وَأَمَّا أَنَا فَمَسَحَ خَدِّي قَالَ فَوَجَدْتُ لِيَدِهِ بَرْدًا أَوْ رِيحًا كَأَنَّمَا أَخْرَجَهَا مِنْ جُؤْنَةِ عَطَّارٍ

Dari Jabir bin Samurah, ia berkata: “Aku shalat bersama Rasulullah pada shalat pertama (shalat Dzuhur). Kemudian beliau keluar menuju rumah keluarganya, dan aku pun keluar bersamanya. Di tengah jalan, beliau disambut oleh anak-anak kecil, lalu ia mengusap pipi mereka satu per satu.” Jabir berkata: “Adapun aku, beliau juga mengusap pipiku. Lalu aku merasakan tangan beliau terasa sejuk (dingin) dan sangat wangi, seolah-olah baru saja mengeluarkan tangannya dari wadah minyak wangi seorang penjual parfum.”

قَالَ أَنَسٌ: مَا شَمَمْتُ عَنْبَرًا قَطُّ وَلَا مِسْكًا وَلَا شَيْئًا أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Shahabat Anas berkata: “Aku belum pernah mencium aroma ‘Anbar (parfum paus) sama sekali, tidak juga minyak kasturi. Dan tidak ada sesuatu pun yang lebih wangi, daripada aroma Rasulullah.”

عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَزْهَرَ اللَّوْنِ كَأَنَّ عَرَقَهُ اللُّؤْلُؤُ إِذَا مَشَى مَشَى تَكَفِّيًا

Dari Shahabat Anas, ia berkata: “Rasulullah adalah seorang yang memiliki warna kulit Azhar (putih bersih cerah). Keringatnya (tampak indah) seolah-olah butiran mutiara. Dan apabila berjalan, beliau berjalan dengan tegak dan cepat (seperti turun dari tempat tinggi).”

Konklusi & Kesimpulan

Itulah sedikit ungkapan dari banyaknya pernyataan shahabat, tentang kebersihan dan wanginya Rasulullah. Perlu ditegaskan di sini, bahwa kisah-kisah tentang Rasulullah seperti halnya dalam beberapa hadis di atas, bukanlah hal yang berlebihan. Malah sebaliknya, pesona dan kepribadian Rasulullah yang seutuhnya jauh melebihi apa yang dilukiskan dalam hadis, sirah, dan lain sebagainya.

Sesuai dengan syair gubahan Imam al-Bushairi dalam kasidah “Al-Burdah”:

فانْسُبْ اِلَى ذَاتِهِ مَا شِئْتَ مِنْ شَرَفٍ *  وَانْسُبْ اِلَى قَدْرِهِ مَا شِئْتَ مِنْ عِظَمِ

Maka lontarkan untuk Rasulullah, pujian apapun yang engkau suka.

Letakkanlah pada diri Nabi, kemuliaan apapun yang engkau kehendaki.

Lekatkanlah kepada martabat beliau, keagungan apapun yang engkau mau.

فَاِنَّ فَضْلَ رَسُوْلِ اللهِ لَيْسَ لَهُ * حَدٌّ فَيُعْرِبَ عَنْهُ نَاطِقٌ بِفَمِ

Karena keutamaan Rasulullah memang tak bertepi.

Tak bisa diurai tuntas oleh lidah orang manapun yang berbicara.

Semoga dengan mengetahui bagaimana bersih dan wanginya fisik Rasulullah, bisa menambah kecintaan kita kepadanya. Amin…