PUISI: PULANG DI KEPERGIAN | DEREN
PULANG DI KEPERGIAN Empat ratus lima puluh delapan pagiTiap langkahku ditemani rambu bahasa asingNama bungkus makanan masih sering buat pusingRutin sapaku bertukar balas dengan seorang kakek tuaNamun pagi itu, ku…
PULANG DI KEPERGIAN Empat ratus lima puluh delapan pagiTiap langkahku ditemani rambu bahasa asingNama bungkus makanan masih sering buat pusingRutin sapaku bertukar balas dengan seorang kakek tuaNamun pagi itu, ku…
PUISI ADA AKU DAN KAMU Ruang ini aman bagimu untuk berteriakPeluk ini hangat bagimu saat kau sesenggukanBahu ini hadir untukmu kala kau butuhsandaranTelinga ini sudah hidup dari lama ‘tuk mendengarkanmu…
ISTIMEWANYA AKHIR ZAMAN Kabar kini mengudara begitu cepatIa yang pergi di sanaKita tau kilat kejadiannyaWaktu dilipat jarak dipotong singkat Wawasan disebar luas di tiap lamanIa yang buta huruf dari kecilBesar…
1 tahun dengan 365 hari kami masih berjalanMeskipun di 300 hari kami merangkak meniti jalan 1 bulan dengan 30 hari kami masih hidup dan makanMeskipun di setiap pekan buah hati…
ADAKAH YANG LEBIH? Apa yang lebih pijar dari mentari?Apa yang lebih padam dari suntuknya malamApa yang lebih harum dari parfum gadis?Apa yang lebih putih dari gumpalan awan?Apa yang lebih kelabu…
KENAPA HARUS BERUBAH? Makhluk ringkih berwarna tembaga mendaki dahanBermodal sunyi ia bertapa luruhkan abangSepuluh minggu dalam peratapan putih yang mendekapJiwa baru lahir, safir terbang dipuja, juta mata tak pejamLihatlah, ubahnya…
NYAWA SEHARGA AYAM Ada ayah yang menukar keringatnyaPulang dengan nasi bungkusAda ayah yang menukar lelahnyaAnaknya lulus sarjanaAda ayah yang menukar waktunyaToples biskuit dilarang kosong Dan ada ayah yang menukar jalannyaPulang…
HIDUP KOBOKAN SAMPAH Berpijar senyumku bertebar kembang.Usai sapa bejana duri bertabur paku.Perih daging disiram minyak, merontak,namun tetap tertawa. Tanganku lemas menggapai bangkai.Yang mati rasa, gemar menikam orang bisu.Meski tau jiwanya…
PUISI: MATA BUSUK Jauh dari pelupuk netra,Pria bertubuh baja berdiri.Raganya dihiasi tinta hijau,Kekal, tak luntur terguyur hujan. Di dekatnya duduk pria paruh baya,Lusuh, lesu, bak dunianya penuh kesedihan.Dua pria dengan…
PUISI: TIGA PERSEN LAGI Kotak di tanganmu,tampaknya selalu menyala.Membungkuk leher itu,menunduk seakan tak bertulang.Memandangi ratusan informasi.Tiap detik menjadi murahdemi bobroknya atma manusia. Arunika hadir di ufuk timur.Kau seka matamu dari…