PUISI: KENAPA HARUS BERUBAH? | DEREN

KENAPA HARUS BERUBAH? Makhluk ringkih berwarna tembaga mendaki dahanBermodal sunyi ia bertapa luruhkan abangSepuluh minggu dalam peratapan putih yang mendekapJiwa baru lahir, safir terbang dipuja, juta mata tak pejamLihatlah, ubahnya…

PUISI NYAWA SEHARGA AYAM | DEREN

NYAWA SEHARGA AYAM Ada ayah yang menukar keringatnyaPulang dengan nasi bungkusAda ayah yang menukar lelahnyaAnaknya lulus sarjanaAda ayah yang menukar waktunyaToples biskuit dilarang kosong Dan ada ayah yang menukar jalannyaPulang…

PUISI: HIDUP KOBOKAN SAMPAH

HIDUP KOBOKAN SAMPAH Berpijar senyumku bertebar kembang.Usai sapa bejana duri bertabur paku.Perih daging disiram minyak, merontak,namun tetap tertawa. Tanganku lemas menggapai bangkai.Yang mati rasa, gemar menikam orang bisu.Meski tau jiwanya…

PUISI: MATA BUSUK | DEREN

PUISI: MATA BUSUK Jauh dari pelupuk netra,Pria bertubuh baja berdiri.Raganya dihiasi tinta hijau,Kekal, tak luntur terguyur hujan. Di dekatnya duduk pria paruh baya,Lusuh, lesu, bak dunianya penuh kesedihan.Dua pria dengan…

PUISI: TIGA PERSEN LAGI | DEREN

PUISI: TIGA PERSEN LAGI Kotak di tanganmu,tampaknya selalu menyala.Membungkuk leher itu,menunduk seakan tak bertulang.Memandangi ratusan informasi.Tiap detik menjadi murahdemi bobroknya atma manusia. Arunika hadir di ufuk timur.Kau seka matamu dari…

Other Story