
Rasulullah adalah sosok yang mempunyai rasa rahmat dan kasih sayang yang begitu besar kepada setiap orang, walaupun orang tersebut kafir yang pastinya ia sangat membenci Rasulullah. Hal ini dikarenakan Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi alam semesta, bukan hanya terkhusus kepada suatu kelompok saja. Sebagaimana dijelaskan didalam al-Quran:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(QS. Al-Anbiya ayat 107 )
Ayat tersebut menunjukkan, bahwa rahmat dan kasih sayang Rasulullah bukan hanya tertentu kepada muslim saja, akan tetapi juga kepada selain muslim.
NABI BERI UNTA PADA SHAFWAN BIN UMAYYAH
Dari contoh sifat rahmat dan kasih sayang Rasulullah ialah ketika beliau memberikan unta kepada Shafwan bin Umayyah pasca perang, padahal kala itu Shafwan masih kafir dan membenci Rasulullah. Akan tetapi beliau tetap memberinya harta rampasan unta, dan bahkan mencapai 300 ratus ekor yang Rasulullah berikan. Sebagaimana dijelaskan didalam hadist:
عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ: غَزَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةَ الْفَتْحِ، فَتْحِ مَكَّةَ، ثُمَّ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْ مَعَهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَاقْتَتَلُوا بِحُنَيْنٍ، فَنَصَرَ اللهُ دِينَهُ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَعْطَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ صَفْوَانَ بْنَ أُمَيَّةَ مِائَةً مِنَ النَّعَمِ ثُمَّ مِائَةً ثُمَّ مِائَةً
Dari Ibnu Syihab, ia berkata: “Pasca Rasulullah melakukan Perang Fath (Pembebasan Kota Makkah), beliau keluar bersama orang-orang muslim yang mendampinginya, lalu mereka berperang lagi di Hunain. Maka Allah memenangkan agama-Nya dan kaum muslimin. Dan pada hari itu, Rasulullah memberi kepada Shafwan bin Umayyah seratus ekor hewan ternak (unta), lalu seratus ekor lagi, dan seratus ekor lagi.” (HR. Imam Muslim)
لَقَدْ أَعْطَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ حُنَيْنٍ وَإِنَّهُ لَأَبْغَضُ الْخَلْقِ إِلَيَّ، فَمَا زَالَ يُعْطِينِي حَتَّى إِنَّهُ لَأَحَبُّ الْخَلْقِ إِلَيَّ
(Shafwan bin Umayyah berucap:) “Sungguh Rasulullah telah memberiku (harta rampasan) pada perang Hunain, padahal ia adalah orang yang paling aku benci. Namun ia terus-menerus memberiku, hingga ia menjadi orang yang paling aku cintai.”(HR. Imam Tirimdzi)
Kedua hadist tersebut menunjukkan, betapa besarnya rahmat dan kasih sayang Rasulullah kepada orang lain, meskipun orang tersebut membencinya. Dan dari pengaruh kasih sayang yang diberikan oleh Nabi Muhammad itu membuat orang berubah total, yang awalnya membencinya menjadi sangat mencintainya.
RASULULLAH TAK MAU MEMBERATKAN UMATNYA
Dari bentuk rahmat dan kasih sayang Rasulullah juga adalah tidak mau memberatkan umatnya menjalankan syariat, sebagaimana dijelaskan didalam hadist:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي، أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Imam Bukhari)
Hadist tersebut menunjukkan, bahwa Rasulullah tidak ingin memberatkan umatnya, dengan tidak memperintahkan dan mewajibkan bersiwak kepada mereka. Hal tersebut beliau lakukan, tidak lain tidak bukan melainkan untuk memperlihatkan rasa rahmat dan kasih sayang Nabi Muhammad kepada seluruh umatnya.
KASIH SAYANG RASULULLAH PADA ANAK KECIL
Dan dari bentuk rahmat dan kasih sayangnya adalah Nabi Muhammad sangat menyayangi anak kecil, dan tidak suka membuat mereka menangis. Sebagaimana dijelaskan didalam hadist:
إِنِّي لأَقُومُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ
“Sungguh, aku berdiri untuk menunaikan shalat dan aku ingin memanjangkannya. Namun aku mendengar tangisan seorang bayi, maka aku pun meringankan (mempercepat) shalatku, karena aku tidak ingin memberatkan ibunya.” (HR. Imam Bukhari)
Dari hadist tersebut ada bukti rasa kasih sayang Nabi Muhammad kepada anak kecil, dengan beliau meringankan shalatnya ketika mendengar anak kecil tadi menangis. Dan pada hadist itu pula dijelakan jika sifat rahmat dan kasih sayang Rasulullah ditunjukan bukan hanya kepada anak kecil itu saja, akan tetapi kepada ibunya karena takut memberatkan ibu dari anak kecil tadi.
Itulah contoh dari sekelumit dari sifat rahmat dan kasih kasang Rasulullah kepada setiap orang. Oleh karena itu kita menjadi tahu, bahwa Rasulullah adalah sosok yang sangat penyayang kepada setiap orang, walaupun orang tersebut membencinya. Kita menjadi tahu juga, bahwa Rasulullah bukanlah sosok yang mempunyai karakter watak kasar dan agresif.
Dan dari sifat Rasulullah yang seperti itu, patutlah bagi kita untuk menjadikannya sebagai suri tauladan di kehidupan sehari hari. Dan semoga dengan kita mengetahui sifat-sifat yang ada didalam diri Rasulullah, bisa menambah rasa kecintaan kita kepadanya. Amin…



















