
ISTIGHFAR
Istighfar adalah tindakan meminta maaf atau memohon ampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat Islam. Hal ini merupakan aktivitas yang dianjurkan dan penting di dalam ajaran Islam. Tindakan ini secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam bahasa Arab: “Astaghfirullah”, yang berarti: “Aku memohon ampunan kepada Allah“.
Istighfar dalam filosofi Islam bermakna seorang hamba yang selalu memohon ampunan atas kesalahan, dan terus berusaha untuk menaati perintah Tuhan serta tidak melanggarnya.
Dalam Islam, makna Istighfar tidak terletak pada cara pengucapannya, tetapi pada seberapa dalam seseorang yang beristighfar memaknai dan menghayati apa yang ia ucapkan. Dalam konteks yang lebih jauh lagi, agar ia terus mengingat Tuhan di saat ia tergoda untuk melakukan perbuatan dosa. Dan apabila telah melakukan dosa, maka istighfar adalah titik balik baginya untuk bertekad tidak mengulangi perbuatan celanya.
Dalam al-Quran Allah memirintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bersitighfar, karena hal tersebut merupakan salah sau kunci untuk mendapatkan ampunan-Nya. Allah bersabda:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
“Maka Aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu,’ sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun.” (QS. Nuh: 10)
Dan bahkan Rasulullah juga melazimi istighfar didalam 1 harinya lebih dari 70 kali. Rasulullah pernah bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّة
“Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Imam Bukhari)
Hadist tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah saja yang seorang kekasih Allah—yang telah dijanjikan untuk diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang—masih tetap beristighfar kepada Allah.
Lalu bagaimana dengan kita? Yang hanya seorang hamba yang setiap harinya melakukan dosa kepada Allah? Oleh karena hal tersebut kita lebih utama untuk selalu beristighfar kepada-Nya, karena sebab banyaknya dosa yang kita lakukan.
Lebih dari itu, Istighfar memiliki manfaat yang sangat besar bagi mukmin yang selalu melaziminya, di antaranya:
MENGHILANGKAN KEGUNDAHAN & KESUSAHAN
Salah satu dari manfaat seorang hamba beristighfar, yaitu dengan istighfar segala kegundahan dan kesusahan akan Allah hilangkan semuanya. Dan hal ini menjadi alasan mengapa istighfar menjadi salah satu kunci kebahagiaan, sebagaimana dijelaskan didalam hadist:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang senantiasa melazimkan istigfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesempitannya, kelapangan dari segala kegundahannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Imam Abu Dawud)
Hadist tersebut menjadi dalil terkuat bahwa seorang hamba yang senantiasa konsisten bersitigfar, maka akan Allah hilangkan segala kegundahan dan kesusahan yang ia alami di kehidupan ini.
MEMPERLUAS & MEMBUKA PINTU REZEKI
Dan dari salah satu manfaaat istighfar juga, yaitu dengan istighfar Allah akan memperluas rezeki hamba-Nya. Dan hal ini juga Allah jelaskan didalam al-Quran, Allah berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿۱۰﴾ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ﴿۱۱﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا ﴿۱۲﴾
“Maka Aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pegampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan (rahmat) yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10–12)
Rangakai ayat-ayat tersebut menjadi bukti jelas, bahwa dengan beristighfar Allah akan meluaskan rezekinya.
Didalam hadist juga dijelaskan, Rasulullah bersabda:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang senantiasa melazimkan istighfar, niscaya Allah akan memberi jalan keluar bagi setiap kesempitannya, kelapangan dari segala kegundahannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Imam Abu Dawud)
Didalam hadist tersebut Allah tidak hanya menghilamgkan kegundahan dan kesusahan saja, akan tetapi Allah juga memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka bagi orang yang senantiasa konsisten beristighfar. Dan hal ini yang menjadi bukti mengapa istighfar disebut “pembuka pintu rezeki.”
MENGHILANGKAN DOSA YANG LALU
Dan dari manfaat beristighfar juga, dengan bersistighfar dosa-dosa seorang hamba akan diampuni. Manfaat tersebut adalah yang paling utama, karena dengan dihapuskannya dosa bisa menghantarkan seorang hamba kepada surga-Nya. Allah berfirman:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
“Dan barang siapa yang berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)
Ayat tersebut menjadi bukti kokoh, bahwa dengan beristighfar seorang hamba akan Allah ampuni dosanya.
Dan dalam hadist juga dijelaskan, Rasulullah pernah berkata:
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى دَائِكُمْ وَدَوَائِكُمْ؟ أَلَا إِنَّ دَاءَكُمُ الذُّنُوبُ، وَدَوَاؤُكُمُ الاستِغْفَارُ
“Maukah kalian aku tunjukkan tentang penyakit diri kalian dan dosis obatnya? Ketahuilah, sesungguhnya penyakit diri kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar (memohon ampun kepada Allah).” (HR. Imam Baihaqi)
Itulah beberapa manfaat dari senantiasa beristighfar kepada Allah. Semoga kita termasuk dalam golongan para hamba yang senantiasa istikamah beristighfar kepada Allah. Amiin…



















