KEMUDI HATI

Hati adalah kemudi utama dalam diri kita. Mengapa disebut kemudi? Karena semua tindakan lahiriah yang kita lakukan—baik atau buruknya—sangat ditentukan oleh kondisi batin kita. Jika hatinya baik, perilakunya otomatis ikut baik. Sebaliknya, jika hatinya bermasalah, perilakunya pun akan rusak.

Didalam islam hati mempunyai posisi yang sangat penting didalam diri manusia serta menjadi peran sentral dalam kehidupan spritiual dan moral seoarang hamba karena setiap perilaku atau pekerjaan sesuai niatnya dan tempatnya niat itu dihati sebagaimana dijelaskan didalam hadist yaitu

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya:”Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging; jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, ia adalah hati” (HR.Imam Buhkori)

Didalam potongan hadist tersebut menujukkan bahwa baik atau buruknya perilaku seorang hamba tergantung dari pada hatinya apabila hatinya buruk maka perilakunya juga buruk begitu juga sebaliknya.

maka oleh sebab itu islam sangat mengajurkan untuk pemeluknya untuk menjaga hati ini dengan sebenar benarnya,mengapa demikian?

ALLAH HANYA MELIHAT ISI HATI SEORANG HAMBA

Termasuk dari alasan dan sebab mengapa bagi seoarang muslim harus sangat menjaga hati nya dengan baik dan benar ialah karena allah melihat kepada hambanya bukan dari bagus pakaiannya atau indah wajahnya akan tetapi allah swt melihat hambanya dari hatinya sebagimana dijelaskan didalam hadist yaitu

إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa (fisik) dan harta benda kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian.”

Dari hadist tersebut menujukkan bahwa harta dan fisik bukan termasuk kemuliaan yang dimilki seoarang hamba,karena allah swt hanya melihat dan menilai dari hatinya hamba tersebut saja,maka apabila hatinya baik maka hamba tersebut akan mulia disisi allah swt.

MENJADI SEBAB BERLIPATNYA PAHALA

Apabila seorang muslim menjaga hati dengan baik dan benar,maka dari setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seoarang hamba akan menimbulkan niat yang baik dan bernilai lebih disisi allah swt,walaupun pekerjaan tersebut bersifat duniawi hal seperti perkataan yang dikutip dari kitab Ta’lim Al-Muta’allim Thariq At-Ta’allum karya Imam Burhanuddin Al-Zarnuji yaitu

كَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُورَةِ أَعْمَالِ الدُّنْيَا، وَيَصِيرُ بِحُسْنِ النِّيَّةِ مِنْ أَعْمَالِ الْآخِرَةِ، وَكَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُورَةِ أَعْمَالِ الْآخِرَةِ، ثُم يَصِيرُ مِنْ أَعْمَالِ الدُّنْيَا بِسُوءِ النِّيَّةِ

Artinya: “Betapa banyak amalan yang terlihat seperti amalan duniawi, namun berubah menjadi amalan akhirat karena niat yang baik. Dan betapa banyak amalan yang terlihat seperti amalan akhirat, namun berubah menjadi amalan duniawi karena niat yang buruk.

Hal tersebut menujukkan apabila seseoarang melakukan pekerjaan akhirat tetapi dibarengi dengan niat yang buruk maka hal yang di kerjakan pun sia sia dan begitu juga sebaliknya,apabila seoarang melakukan pekerjaan yang bersifat duniawi akan tetapi ia membarengi pekerjaanya itu dengan niat niat yang baik maka pekerjaan tersebut akan berubah menjadi pekerjaan akhirat sebab niat nya tersebut dan allah swt juga akan memberinya ganjaran pahala yang lebih.

Hal ini serupa dengan perkataan nabi saw yaitu

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya:”Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya.” (HR. Imam Bukhori)

SELAMAT DARI GOLONGAN YANG SENGSARA

Dari alasan yang selanjutnya adalah ketika seoarang menjaga hati nya dari hal yang tercela maka hati tersebut akan lunak untuk mengingat perkara akhirat,maka oleh sebab itu sebaliknya juga apabila orang tersebut tidak menjaganya dengan benar maka hatinya pun akan keras dan susah untuk mengingat perkara akhirat dan rasulullah saw menyebutkan didalam hadist bahwa kerasnya hati adalah termasuk dari golongan orang orang yang sengsara yaitu

أَرْبَعَةٌ مِنَ الشَّقَاءِ: جُمُودُ الْعَيْنِ، وَقَسْوَةُ الْقَلْبِ، وَطُولُ الْأَمَلِ، وَالْحِرْصُ عَلَى الدُّنْيَا

Artinya: “Empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan: (1) Mata yang beku (sulit menangis karena takut kepada Allah), (2) Hati yang keras, (3) Angan-angan yang panjang, dan (4) Tamak (sangat rakus) terhadap dunia.”

Dan didalam alquran juga dijelaskan bahwa nanti di akhirat kelak orang orang yang selamat adalah orang yang memiliki hati yang bersih dan selamat yaitu

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (٨٧) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (٨٨) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (٨٩)

Artinya:87) “dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,”
             (88) “(yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna,”
             (89) “kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (selamat).”

Itulah beberapa alasan mengapa seoarang muslim harus sangat menjaga hati ini dengan sebenar benarnya.

Dan bahwasanya banyak ulama yang mengatakan bahwa penyakit hati ini sangat susah untuk disembuhkan dan akibat dari hal tersebut sangat besar yaitu neraka.

Semoga kita semua bisa menjaga kemudi ini dengan baik dan benar dan terjaga dari semua penyakit hati,aamiin.