Rasulullah memiliki banyak keistimewaan tersendiri, di antaranya adalah seluruh tubuh beliau wangi tanpa terkecuali, sehingga keringatnya saja harum wanginya melebihi aroma minyak kasturi.

Dan ketahuilah bahwa keharuman tubuh dan keringat Rasulullah adalah sifat asli (pembawaan fisik) yang Allah berikan kepada beliau, dan bukan semata-mata karena beliau memakai minyak wangi buatan manusia.

Hadis Sahih Muslim (Riwayat Anas bin Malik)

Shahabat Anas bin Malik, yang merupakan pelayan setia Rasulullah selama 10 tahun, memberikan kesaksian langsung:

مَا شَمِمْتُ عَنْبَرًا قَطُّ وَلاَ مِسْكًا وَلاَ شَيْئًا أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Aku belum pernah mencium bau ambar (parfum mahal), misik (minyak wangi kasturi), atau sesuatu pun yang lebih wangi daripada aroma Rasulullah.” (HR. Imam Muslim no. 2330)

Betapa harumnya aroma beliau, sampai Minyak wangi kasturi yang terkenal sangat wangi saja masih tidak bisa mengungguli wanginya tubuh beliau. Minyak kasturi sejak zaman dahulu terkenal sebagai raja segala wewangian, karena aromanya yang sangat kuat, mewah, dan tahan lama.

Bahkan dalam hadis lain, Rasulullah sendiri menyebut kasturi sebagai wewangian yang terbaik (athyabuth-thib). Namun, riwayat Anas Bin Malik di atas menegaskan sebuah fakta luar biasa: aroma alami tubuh Rasulullah jauh melampaui parfum terbaik di dunia.

Hadis Ummu Sulaim (Keringat Dijadikan Campuran Parfum)

Kisah yang paling spesifik mengenai keringat beliau direkam dalam riwayat Ummu Sulaim (ibunda dari Anas bin Malik). Suatu hari, Nabi Muhammad tidur siang di rumahnya dan berkeringat. Ummu Sulaim kemudian mengumpulkan keringat tersebut ke dalam sebuah botol. Ketika Nabi terbangun dan bertanya apa yang ia lakukan, Ummu Sulaim menjawab:

يَا رَسُولَ اللَّهِ نَرْجُو بَرَكَتَهُ لِصِبْيَانِنَا. قَالَ: « أَصَبْتِ ».

“Wahai Rasulullah, kami mengharapkan berkahnya untuk anak-anak kami.” Beliau bersabda: “Kamu benar.”

Dalam redaksi lain di Shahih Muslim, Ummu Sulaim juga mengatakan:

هُوَ مِنْ أَطْيَبِ الطِّيبِ

“Keringatmu adalah minyak wangi yang paling wangi.” (HR. Imam Muslim no. 2331)

Ini menjadi dalil kuat bahwa tubuh Rasulullah, baik rambut, ludah, maupun keringatnya memiliki keberkahan khusus yang Allah berikan kepadanya, dan mencarinya adalah hal yang disyariatkan.

Jika manusia biasa membutuhkan parfum eksternal untuk menjadi wangi, tubuh Rasulullah justru menjadi sumber wewangian itu sendiri.

Riwayat Jabir bin Samurah (Sentuhan Tangan yang Wangi)

Shahabat Jabir bin Samurah menceritakan pengalamannya, ketika Rasulullah mengusap pipinya saat ia masih anak-anak:

“Beliau mengusap kedua pipiku, lalu aku merasakan tangannya begitu dingin dan memancarkan aroma wangi, seolah-olah tangan beliau baru saja dikeluarkan dari kantong tempat minyak wangi.” (HR. Imam Muslim no. 2329)

Sentuhan lembut dan wangi dari Nabi Muhammad ini membuat anak-anak merasa sangat disayangi dan tidak bisa lupa seumur hidup. Bayangkan saja, pengalaman menyenangkan ini membuat anak-anak para shahabat tumbuh menjadi orang yang sangat cinta kepada Rasulullah dan agama Islam.

Jabir bin Samurah bahkan masih ingat betul bagaimana rasa dingin dan wanginya tangan Nabi Muhammad, padahal kejadian itu dialaminya waktu masih kecil; dan diceritakan lagi saat beliau sudah dewasa setelah Nabi wafat. Ini bukti bahwa kasih sayang tulus dari Nabi Muhammad punya pengaruh yang luar biasa kuat di hati anak-anak.

Kesimpulan Terindah

Nabi Muhammad memiliki mukjizat fisik berupa tubuh dan keringat yang wangi alami sejak lahir dari Allah, bukan karena parfum buatan atau lainnya. Keistimewaan ini dibuktikan lewat tiga hal utama:

  • Lebih wangi dari parfum terbaik: Berdasarkan kesaksian Anas bin Malik, aroma asli tubuh Rasulullah jauh lebih wangi daripada minyak kasturi, yang padahal merupakan raja wewangian di dunia.
  • Keringat pembawa berkah: Lewat kisah Ummu Sulaim, terbukti bahwa keringat Nabi justru menjadi sumber wewangian paling utama yang dicari para sahabat, karena penuh dengan keberkahan dari Allah.
  • Membekas di hati anak-anak: Kesaksian Jabir bin Samurah menunjukkan bahwa sentuhan tangan Nabi tidak hanya sangat wangi seperti baru keluar dari kantong parfum, akan tetapi juga terasa sejuk. Sentuhan penuh kasih sayang ini membekas di ingatan anak-anak sampai mereka dewasa, membuat mereka tumbuh dengan rasa cinta yang sangat besar kepada Nabi dan Islam.

“Sederhananya, jika kita pakai parfum untuk menutupi bau badan, tubuh Nabi Muhammad justru secara alami menghasilkan aroma yang jauh lebih wangi dari parfum mana pun.”