ISTIMEWANYA AKHIR ZAMAN

Kabar kini mengudara begitu cepat
Ia yang pergi di sana
Kita tau kilat kejadiannya
Waktu dilipat jarak dipotong singkat

Wawasan disebar luas di tiap laman
Ia yang buta huruf dari kecil
Besar tonton dakwah seukur pensil
Bila usai keluar kamar, ucap, “Dia tak seiman!”

Oh, Istimewanya tanah akhir zaman
Bibit masih menguncup
Ucapnya siap dipetik pucuk
Belum matang gagah lilit pohon seberang

Oh, Istimewanya masa akhir zaman
Dua puluh tahun abdi
Hina oleh dua hari jadi mufti
Diikuti massa dua puluh ribu orang

Oh, Istimewanya kini akhir zaman
Yang mulia, lebur di tanah
Yang mau, menjulang bertrah
Firdaus dibakar, Jahanam ditelan

—Deren