PUISI ADA AKU DAN KAMU

Ruang ini aman bagimu untuk berteriak
Peluk ini hangat bagimu saat kau sesenggukan
Bahu ini hadir untukmu kala kau butuh
sandaran
Telinga ini sudah hidup dari lama ‘tuk mendengarkanmu bercerita
Jadi, tolong jangan berteman lagi dengan tambang itu

Esok masih ada nasi hangat yang mesti kau makan
Esok masih ada kucing gemas yang mesti kau elus
Esok masih ada kedai makanan yang mesti kau kunjungi
Esok masih ada aku yang pasti mengajakmu lagi
Jadi, tolong jangan berteman lagi dengan silet itu

Masalah tidak harus selesai malam ini
Malam ini cukuplah bernapas dan memandangi bintang
Lusa masih ada aku dan senja yang duduk di terasmu
Maukah kau temani kami dengan kisah-kisahmu itu?

Aku, kami tetap disini, senja pun tetap abadi
Pagi masih dengan embun dan mentari yang sama
Dan kamu mesti melihat seperti apa kelak bentuk gerhana
Jadi, ayo kita hidup bersama dengan banyak keindahan remeh yang belum sempat kita kunjungi

—Deren