Nahwu MengantarmuUntukIkhlas

كَانَ الرَّجُلُ كَرِيمًا

“Lelaki itu adalah seorang yang dermawan.”

Perhatikan lafadz كَرِيمًا, sebelum lafadz كَانَ masuk ke dalam kalimat di atas, ia berstatus sebagai khabar yang marfu’ (dibaca rafa’). Namun semenjak hadirnya كَانَ, ia berubah status menjadi manshub (dibaca nashab). Dengan begitu ia pun rela statusnya menjadi manshub, ia tidak sama sekali menolak perubahan itu, padahal lafadz الرَّجُلُ di situ tetap marfu’ (dibaca rafa’).

Yang berubah hanyalah i’rabnya bukan tugasnya, ia tetap menjadi khobar, tetap menyempurnakan kalimat, tetap menjalankan perannya, meski keadaannya tidak lagi sama.

Bukankah ada di mana hari-hari ketika Allah memperlakukan kita seperti itu? Allah mengubah keadaanmu, turun jabatan, keuanganmu menurun, lingkunganmu perlahan membuatmu tak nyaman, bahkan orang-orang yang dulu selalu bersamamu perlahan menghilang.

Lalu tanpa sadar kita bertanya: “Ya Allah, mengapa hidupku berubah seperti ini?”

Padahal mungkin Allah sedang mengajarkan satu pelajaran yang sudah lama di tulis dalam ilmu nahwu ini. Yaitu: yang berubah tidak selalu kehilangan nilainya. 

Sebagaimana lafadz كَرِيمًا, ia kehilangan tanda rafa’, tetapi tidak kehilangan kemuliaan tugasnya. Lafadz كَرِيمًا boleh kehilangan tanda rafa’ atau harakat tingginya, namun ia tidak pernah kehilangan makna aslinya sebagai sosok yang dermawan. Ia menerima perubahan status itu dengan lapang dada, karena esensi dirinya tidak ditentukan oleh harakat luar. Keikhlasan sejati pun demikian, ia membuatmu tetap tenang karena kamu tahu bahwa kemuliaan di mata Allah tidak diukur dari jabatan atau banyaknya harta yang kamu miliki.

Begitu pula dengan hidupmu. Di bawah aturan takdir Allah yang baru, tugasmu untuk menjadi orang baik dan menyempurnakan kalimat kehidupan tidak pernah berubah. Ketika kamu ikhlas, kamu tidak akan lagi merasa terhina saat berada di bawah, tidak pula merasa iri melihat orang lain tetap di atas. Kamu tetap berharga dan tetap bisa menjalankan peranmu dengan hati yang damai, meskipun kedudukan luarmu kini tidak lagi sama.