KENAPA HARUS BERUBAH?

Makhluk ringkih berwarna tembaga mendaki dahan
Bermodal sunyi ia bertapa luruhkan abang
Sepuluh minggu dalam peratapan putih yang mendekap
Jiwa baru lahir, safir terbang dipuja, juta mata tak pejam
Lihatlah, ubahnya yang dinanti dan dipertanyakan
Si ulat tau dirinya ‘kan terbang, insan pun paham birunya berkesan

Namun, bagaimana aku?
Mereka tuntut ubah diriku yang ‘tak tau apa lanjutnya
Bahkan lahirku pun ‘tak paham bagaimana
Mengapa bisa?

Mengapa bisa tuduh mereka menghujam
“Kenapa kamu berubah?”

Apa yang berubah dariku yang bahkan asing dengan bayangnya?

—Deren

.

Baca juga puisi kami yang berjudul NYAWA SEHARGA AYAM dan artikel-artikel kami untuk memahami fenomena perkembangan budaya digital lainnya.

.