Semasa hidupnya, Imam Yahya bin Ma’in jadi jujukan utama para ulama. Beliau terkenal sangat alim dan pakar di bidang ilmu hadis. Saking populernya sosok beliau, hingga Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) pernah berkata: “Setiap hadis yang transmisi (riwâyah) perawinya tidak diketahui oleh Imam Yahya, berarti itu bukan hadis Rasulullah.”

Karena kealimannya, sebagian ulama mengumpamakan, seakan-akan Imam Yahya sengaja dilahirkan ke dunia hanya demi mengungkap kebenaran setiap hadis Rasulullah. Lalu, apakah resep rahasia Imam Yahya bin Ma’in sehingga menjadi ulama cendekiawan yang begitu pakar di bidang ilmu hadis? Berikut ini jawabannya.

Muhammad bin Nashr al-Marwazi (w. 294 H) pernah berkata: saya mendengar Imam Yahya memberi resep unik, jika beliau bisa seperti demikian karena kreatif menulis. “Saya selalu menyepatkan menulis setiap hadis yang saya dengar. Saya bahkan pernah mengulang penulisan sampai seribu kali, hanya untuk menulis satu hadis,” kata Imam Yahya memotivasi.

Wow, seribu kali menulis demi satu hadis? Sangat luar biasa, kan! Makanya, tidak mengherankan jika Imam Yahya kemudian menjadi tokoh besar dengan gelar “si penjaga” (al-Hâfidz)dan disegani oleh semua kalangan, berkat kegigihan beliau dalam melestarikan Hadis Nabawi dengan metode tulis-menulis.

Motivasi dari kehidupan Imam Yahya: jika Anda ingin sukses dalam belajar, maka kreatif-lah dalam menulis. Baik menulis keterangan guru, atau dari hasil kesimpulan sendiri. Tetap semangat belajar, meski dengan fasilitas yang serba terbatas. Sebab, tak ada kata menyerah dalam kamus agama. Salam kreatif dari kami!