Raja Abrahah adalah salah satu dari banyak raja yang gagal dalam ambisinya, untuk menghancurkan kiblat utama orang muslim yaitu Kakbah. Dia adalah orang yang ceritanya diabadikan oleh Allah di dalam satu surah al-Quran yang terletak pada juz 30, bernama Surah Al-Fil.
SIAPAKAH RAJA ABRAHAH?
Abrahah semula adalah seorang perwira di bawah komando Raja Aryath dari Habasyah atau Abessinia (sekarang Ethiopia). Singkat cerita, Raja Aryath berhasil menjadi penguasa Yaman setelah mengalahkan Raja Dinasti Himyar, Dzu Nuwas. Karena Aryath sewenang-wenang dan tidak adil dalam memerintah, maka terjadilah pemberontakan di bawah Abrahah. Aryath terbunuh setelah dua tahun pemerintahannya, lalu Abrahah menggantikannya menjadi penguasa Yaman.
Beberapa tahun setelah menjadi penguasa Yaman, Abrahah berkeinginan untuk menghancurkan Ka’bah. Abrahah menggerakkan pasukannya, termasuk pasukan bergajah, menuju ke Makkah. hal itu membuat penduduk Hijaz terkesan karena mereka belum pernah melihat gajah sebelumnya.
KENAPA RAJA ABRAHAH INGIN HANCURKAN KAKBAH?
Alasan mengapa Raja Abrahah sangat berambisi ingin menghancurkan Kakbah, yakni disebabkan oleh ambisi politik dan keagamaannya. Ia cemburu melihat Makkah menjadi pusat ziarah orang Arab. Karena kecemburuannya tersebut, ia ingin mengalihkan kunjungan orang-orang yang awalnya ke Kakbah, menjadi tertuju ke bangunan buatannya yang ingin menyaingi Kakbah. Bangunan tersebut adalah gereja megah (Al-Qalis) yang ia bangun di Yaman.
Akan tetapi setelah berhasil membuat bangunan impiannya, ia marah karena orang-orang Arab tetap tidak mau berziarah ke Yaman. Dan bangunan yang ia buat tetap tidak bisa menyaingi Kakbah. Oleh sebab itulah ia murka, dan akhirnya berkeinginan menyerang Kakbah.
RAJA ABRAHAH BERSAMA PASUKAN GAJAH
Raja Abrahah memutuskan untuk melakukan penyerangan ke Kakbah dengan memakai pasukan bergajah. Akan tetapi begitu, saat pasukan Raja Abrahah mendekati kota Makkah, hal aneh terjadi. Gajah-gajah Abrahah menolak melangkah menuju Kakbah. Pasukan mencoba memukul dan memaksa hewan-hewan besar itu, tetapi tetap saja mereka berbalik arah.
Tak lama, rombongan burung Ababil datang membawa batu sangat panas. Batu-batu itu dijatuhkan ke arah pasukan Abrahah hingga mereka semua binasa. Tentara panik berhamburan mencari perlindungan, namun tidak ada yang selamat.
Dalam Tafsir Jalalin disebutkan, bahwa setiap kerikil yang dibawa oleh burung Ababil sudah tertulis nama-nama orang yang akan dijatuhi kerikil tersebut. Dengan dahsyatnya, kerikil itu mampu merobek tameng baja, menembuh daging manusia dan gajah-gajah tersebut tumbang.
TAKDIR ALLAH UNTUK RAJA ABRAHAH
Rencana Abrahah untuk menghancurkan Kakbah dengan pasukan gajahnya gagal total. Dan perkataan Abdul Muththalib kepada Abrahah terbukti benar, bahwa Kakbah adalah milik Allah yang akan dilindungi-Nya dari siapa pun yang hendak menghancurkannya. Abrahah tidak menyadari bahwa Kakbah adalah Baitullah (rumah Allah) yang disucikan sejak zaman Nabi Adam, dan tidak pernah ada yang benar-benar mampu menghancurkannya.
Peristiwa itu dikenal sebagai Ashabul-Fil (Pasukan Gajah). Hasilnya Kakbah tetap kokoh dan dilindungi Allah. Kisah ini pun diabadikan dalam Surah Al-Fil dalam al-Quran, sebagai bukti kuasa Allah menjaga rumah suci-Nya.
