
Sejak zaman dahulu kala, Allah telah mengutus para Rasul dan para Anbiya’, mereka masing masing membawa syari’at yang berbeda antara satu nabi dengan nabi yang lain, dan juga mereka dibekali mukjizat masing-masing. Namun di antara semua utusan tersebut, Allah meng-istimewakan Mabi Muhammad dengan keistimewaan yang berbeda dari nabi-nabi terdahulu.
Rasulullah Memiliki Syafa’atul-‘Udzma
Seperti dalam hadits yang menegaskan, bahwa posisi Rasulullah ialah sebagai manusia paling utama dan pemimpin para nabi di akhirat kelak. Dari Shahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ
“Aku adalah pemimpin anak cucu Adam pada hari kiamat, dan yang pertama kali dibangkitkan dari kubur, juga yang pertama kali memberi syafaat, serta yang pertama kali dikabulkan syafaatnya.” (HR. Imam Muslim)
Dari hadits ini, jelas bahwa Rasulullah bukan hanya utusan Allah biasa, melainkan manusia paling istimewa di sisi Allah.
Saat seluruh manusia berkumpul di padang Mahsyar, mereka mengalami kesusahan yang luar biasa dan menunggu kepastian sidang hisab dari Allah. Mereka datang meminta pertolongan kepada Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa. Tetapi semua nabi tersebut menolak dan merasa tidak berhak. Akhirnya mereka datang kepada Nabi Muhammad, lalu beliau bersujud kepada Allah dan diizinkan untuk memberikan syafa’at, agar sidang hisab bagi seluruh manusia segera dimulai.
Rasulullah Diciptakan Sebelum Wujud Nabi Adam
Status kenabian Rasulullah sudah digariskan oleh Allah, bahkan sebelum penciptaan manusia pertama, Nabi Adam. Diriwayatkan dari Al-Irbadh bin Sariyah, Rasulullah bersabda:
إِنِّي عِنْدَ اللَّهِ لَخَاتَمُ النَّبِيِّينَ وَإِنَّ آدَمَ لَمُنْجَدِلٌ فِي طِينَتِهِ
“Sesungguhnya aku telah tercatat di sisi Allah sebagai penutup para nabi, sementara Nabi Adam masih tergeletak dalam bentuk tanah liatnya.” (HR. Imam Ahmad & Imam Hakim)
Sebelum Nabi Adam dibentuk utuh dari tanah oleh Allah, nama Nabi Muhammad sudah tertulis di lauhul–mahfudz sebagai nabi terakhir yang akan di utus ke dunia. Dalam riwayat Imam al-Bukhari dalam Tarikhul-Kabir,Rasulullah bersabda:
وَآدَمُ بَيْنَ الرُّوحِ وَالْجَسَدِ
“(Aku telah ditetapkan sebagai nabi) ketika Adam masih berada di antara ruh dan jasad.” (HR. Imam Bukhari)
Artinya saat Nabi Adam baru selesai dibentuk fisiknya dari tanah namun ruhnya belum ditiupkan, Allah sudah lebih dahulu menetapkan tugas kenabian untuk Nabi Muhammad.
Rasulullah Dilimpahi Allah Jawami’ul-Kalim
Dari Shahabat Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda:
بُعِثْتُ بِجَوَامِعِ الْكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ
“Aku diutus dengan membawa Jawami’ul-Kalim, dan aku ditolong dengan rasa takut (yang tertanam di hati musuh).” (HR. Imam Bukhari).
Para ulama’ pakar hadits menjelaskan keistimewaan Rasulullah ini kedalam dua makna utama:
- Al-Qur’an al-Karim: Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Rasulullah yang redaksi kalimatnya sangat singkat dan indah. Akan tetapi nilai hukum, pelajaran, dan makna didalamnya tidak akan pernah habis digali sampai hari kiamat.
- Gaya sabda nabi: ketika berbicara atau memberi nasihat, Nabi Muhammad tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit. Beliau cukup mengucapkan satu atau dua kalimat pendek, tetapi bisa menjadi dasar hukum atau pedoman hidup yang sangat besar.
Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah menyebutkan 6 hal, di mana beliau menambahkan keistimewaan, berupa kemampuan berbicara ringkas namun padat makna (Jawami’ul-Kalim).
Dari Shahabat Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda:
فُضِّلْتُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ بِسِتٍّ: أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ، وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا، وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً، وَخُتِمَ بِيَ النَّبِيُّونَ
“Aku diberi keutamaan di atas para nabi dengan enam hal: (1) Aku diberi Jawami’ul-Kalim (ucapan singkat namun berwawasan luas). (2) Aku ditolong dengan perasaan gentar dalam hati musuh. (3) Dihalalkan ghanimah bagiku. (4) Seluruh lapisan bumi dijadikan tempat suci dan masjid bagiku. (5) Aku diutus kepada seluruh makhluk. (6) Para nabi ditutup dengan kerasulanku.” (HR. Imam Muslim)
Demikianlah keistimewaan-keistimewaan yang hanya dimiliki Rasulullah dan tidak di miliki oleh nabi-nabi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa betapa dekat Nabi Muhammad dengan Allah.



















