Sering kali kita jumpai sebagian dari para penganut ateisme melontarkan pemikirannya yang membuat kaum mukmin awam terganggu keimanannya. Karena menurut orang awam hal tersebut ada sisi benarnya juga, terutama dalam keimanan kepada Allah.

Padahal apabila kita berpikir secara rasional, menggunakan akal pikiran yang jernih dan bebas dari bias fanatisme buta terhadap pandangan apapun, maka dipastikan kita akan mendapati kenyataan pahit, bahwa pemikiran orang-orang yang menganut ateisme itu sama sekali tidak rasional sejak dari landasan berpikir mereka yang paling mendasar. Jika landasan berpikir yang paling mendasar saja sudah tidak rasional, lantas bagaimana dengan pandangan dan pemikiran turunannya? Tentu saja akan jauh dari nalar akal sehat (irasional).

Adapun contoh landasan berpikir yang paling dasar seperti berikut ini. Orang yang beriman pasti berkeyakinan bahwa Allah menciptakan alam semesta dari ketiadaan. Karena kondisi alam yang berubah-ubah menunjukkan jika keberadaanya adalah baru (mempunyai awal), sedangkan setiap sesuatu yang baru sudah pasti diciptakan. Yang menciptakan alam semesta adalah Allah, dan keberadaan Allah tidak pernah berawal dari ketiadaan. Sesuai dengan firman Allah dalam al-Quran:

هُوَ الۡاَوَّلُ وَالۡاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالۡبَاطِنُ‌ۚ  وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيْمٌ

“Dialah Yang Maha Awal, Yang Maha Akhir, Yang Maha Zahir dan Yang Maha Batin. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS. Al-Hadid: 03)

Sebagaimana telah disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim yang berbunyi:

اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ

“Ya Allah! Engkaulah Maha Awal, maka tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu. Engkaulah Maha Akhir, maka tidak ada sesuatu apapun setelah-Mu.” (HR. Imam Muslim)

Dan apabila masih ada orang yang berpikir jika keberadaan Allah diawali dengan ketiadaan, yang berarti ada yang menciptakan Allah. Dan hal itu adalah suatu hal yang mustahil dan bertentangan dengan firman Allah serta hadis Nabi Muhammad tadi.

Adapun seorang ateis tidak memercayai keberadaan Allah, dan meyakini jika alam semesta ada dengan sendirinya. Bumi, langit, matahari, awan, bintang, bulan, tata surya, hewan, tumbuhan, lautan, manusia dan sebagainya, tercipta karena proses alam itu sendiri, dan bukan diciptakan oleh tuhan. Padahal secara rasional, tidak mungkin sesuatu itu menjadi sebab keberadaanya sendiri.

Sama seperti contoh ada orang yang mengatakan ada satu ‘buku’ tercipta dan muncul sendiri, tidak diciptakan oleh manusia atau pabrik manapun. Maka siapapun yang mendengar hal tersebut akan bilang pada yang mengatakannya sebagai orang yang tidak waras, pikirannya rusak, alias gila, ataupun dungu.

Nah, apabila semua orang sepakat jika buku tidak mungkin tercipta sendiri, lalu bagaimana dengan alam semeta yang sangat luas dan besar ini. Mungkinkah ia tercipta sendiri, atau justru ada yang menciptakannya? Tentu jawabannya sudah sangat jelas, bahwa alam semesta tidak tercipta sendiri, akan tetapi ada Dzat Maha Tinggi yang menciptakannya, yaitu adalah Allah.

Dengan demikian jelas bahwa ateisme sama sekali tidak rasional dalam hal pemikirannya. Bahkan Syaikh Muhammad Ramadhan al-Buthi menyebutkan jika ateisme tidak lahir dari rasionalitas, melainkan lahir dari gangguan kejiwaan.