
Rasulullah adalah sosok manusia yang paling sempurna. Dalam segi keindahan perangainya, sama persis dengan keelokan fisik tubuhnya. Bahkan Asy-Syaikh Imam al-Bushiri dalam syair legendarisnya, “Al-Burdah” mengatakan:
فَهُوَ الَّذِيْ تَمَّ مَعْنَاهُ وَصُوْرَتُهُ * ثُمَّ اصْطَفَاهُ حَبِيْباً بَارِئُ النَّسَمِ
مُنَزَّهٌ عَنْ شَرِيْكٍ فِيْ مَحَاسِنِهِ * فَجَوْهَرُ الْحُسْنِ فِيْهِ غَيْرُ مُنْقَسِمِ
“Ia (Muhammad) sempurna perangai dan rupanya. Allah Sang Maha Pencipta memilihnya sebagai kekasih. Keindahannya tiada yang dapat menandingi. Keindahan sosoknya tidaklah terbagi dengan yang lain.”
Keindahan Nabi Muhammad sebenarnya tidak semuanya tampak, dan masih ada keindahan-keindahan yang ada di dalam paras dan fisik beliau, yang mungkin tidak terlihat oleh mata manusia
Imam al-Qurṭubi berkata: “Tidak tampak kepada kita seluruh keelokan beliau ﷺ, karena jika seluruh keindahannya tampak, niscaya mata kita tak akan mampu menatapnya.”
Lalu bagaimanakah keindahan dari wajah Nabi Muhammad?
Ketampanan Nabi Muhammadﷺ adalah sebuah keindahan yang tidak dapat ditandingi. Wajahnya yang sangat tampan melebihi ketampanan manusia mana pun, bahkan jika dibandingkan dengan Nabi Yusuf, maka wajah Rasulullah jauh lebih tampan darinya.
Karena Allah menganugerahi Nabi Muhammad dengan keindahan seutuhnya, tidak dibagi dengan yang lain. Berbeda dengan keindahan yang Allah berikan untuk Nabi Yusuf , karena beliau hanya menerima separuh keindahan, sedangkan separuh lainnya dibagi untuk makhluk di seluruh penjuru dunia.
Rasulullah tidak hanya diberi kesempurnaan rupa dan fisik, tetapi juga dihiasi dengan dua mahkota agung: yaitu wibawa yang penuh keagungan (الهيبة الجلالية), dan cahaya yang terus memancar terang (النور الضيائي).
Itulah sebabnya, meski Nabi Muhammad memiliki keindahan paripurna, tidak ada yang terjerumus dalam fitnah syahwat karena melihatnya. Berbeda dengan Nabi Yusuf, yang meskipun hanya dianugerahi setengah dari keindahan, para wanita Mesir tak kuasa menahan diri hingga melukai tangannya sendiri:
Allah bersabda dalam al-Quran:
﴿وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ﴾
“Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan)–nya. Mereka melukai (jari) tangannya dan berkata:‘Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lainadalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf: 31)
Seorang penyair bahkan berkata:
وصَحْبُ زليخا لو رَأَيْنَ جَبِينَهُ *** لآثَرْنَ تَقْطِيعَ القلوبِ على الأيدي
“Seandainya sahabat-sahabat Zulaikha melihat kening Nabi Muhammad ﷺ, niscaya mereka lebih rela mengiris-iris hati mereka daripada tangan mereka.”
Nabi Muhammad memliki wajah yang sangat terang dan bersinar, seperti matahari atau rembulan. Yang saking bercahaya wajah beliau, ada shahabat yang mengibaratkannya seperti ada matahari yang berjalan di wajahnya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَأَنَّ الشَّمْسَ تَجْرِي فِي وَجْهِهِ
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih indah daripada Rasulullah, seolah-olah matahari berjalan di wajahnya.”
Bukan hanya sahabat Abu Hurairah saja yang mendefinisikan wajah Rasulullah dengan sebaik-baiknya paras, akan tetapi masih banyak shahabat Nabi Muhammad yang mendefinisikannya seperti itu.
Sayidah Aisyah berkata: “Jika Rasulullah bergembira, maka berseri-seri wajah beliau bagaikan potongan bulan.”
Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq dan shahabat Ka’ab bin Malik menggambarkan: “Wajah Rasulullahﷺ seperti purnama yang bundar.”
Ummu Ma’bad mendeskripsikan pula: “Aku melihat sosoknya sebagai seorang lelaki yang bercahaya wajahnya, indah perawakannya, elok rupanya, dan menawan dipandang.”
Seorang wanita dari Bani Hamdan berkata: “Aku berhaji bersama Rasulullah ﷺ. Belum pernah aku melihat sebelum maupun sesudahnya, seorang yang serupa dengannya. Beliau bagaikan bulan purnama di malam hari.”
Begitulah para Shahabat dan Shahabiyat mendefinisikan wajah Rasulullah, yang kesemuanya sempurna mengungkapkan dengan sebaik-baik paras dan bentuk. Dan masih banyak lagi bukti lainnya yang menjelaskan tentang bagaimana indahnya paras Nabi Muhammad.
Oleh karena itu, sangatlah pantas bagi Rasulullah jika dijuluki sebagai manusia yang sangat indah dalam hal paras dan bentuk wajahnya.
Dan semoga kita semua bisa melihat wajah Rasulullah yang sangat indah tersebut di surga kelak. Amin…
Semoga bermanfaat!




















