Apakah Islam memberikan ketenangan bagi pemeluknya? Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa banyak sekali orang diluar sana yang tidak mempunyai agama (atheis). Bahkan ada yang mengaku memiliki agama tetapi tidak mempercayai agama yang diyakini sendiri, dikarenakan ia merasa hidupnya akan tenang-tenang saja, meski tanpa kehadiran tuhan didalam hatinya. Padahal pada dasarnya, manusia sangatlah membutuhkan tuhan dalam setiap lini kehidupannya.

Banyak yang dapat kita ambil contoh, salah satunya dari orang-orang yang tidak mempunyai tuhan, yang dalam segala aspek kehidupannya ia sudah tercukupi bahkan berlebih, akan tetapi dia tidak pernah mendapatkan ketenangan didalam hidupnya. Mengapa demikian? Jawabannya cukup jelas, dikarenakan ia tidak mempercayai tuhan!

Karena pada dasarnya keberagamaan atau mempercayai keberadaan tuhan merupakan kunci dari ketenangan itu sendiri. Maka bagi orang yang tidak beragama, atau memiliki agama akan tetapi dia tidak mempercayai keberadaan tuhan yang harusnya ia yakini, maka percayalah orang yang seperti ini tidak akan merasakan ketenangan, sekuat apapun ia berusaha di dunia ini.

Memang benar, terkadang kita menginginkan kebebasan atas segala hal yang dapat kita lakukan. Akan tetapi ingatlah, bahwasanya kita berada di dunia ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menyembah kepada Allah—tuhan semesta alam dan tuhan yang menciptakan kita. Sebagaimana yang tertera dalam firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah menyembah-Ku.”(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Maka, sebenarnya apa yang kalian cari di dunia yang dipenuhi dengan fatamorgana ini? Apakah kalian berpikir untuk mendapatkan kekuasaan? Atau kalian berambisi menginginkan kedudukan? Ataukah kalian bermimpi mendapatkan kekayaan? Lantas jika kalian sudah mendapatkan semua keinginan itu, apa yang akan terjadi kemudian?

Apakah dengan kalian memiliki semua hal tersebut, maka hidup kalian akan jauh lebih tenang, dibandingkan dengan orang yang biasa-biasa saja bahkan kekurangan? Jika kalian berpikir seperti itu, maka cara berpikir kalian salah. Mengapa begitu?

Karena ketenangan tidak akan didapatkan dengan semua hal duniawi, dalam bentuk apapun itu. Akan tetapi ketenangan merupakan nikmat yang Allah berikan kepada makhluknya. Maka belum tentu dengan kalian mendapatkan segala hal tersebut, hidup kalian akan jauh lebih tenang damai maupun tentram.

Dikarenakan masih banyak sekali orang yang mendapatkan segalanya, akan tetapi hidup mereka malah menjadi jauh lebih rumit dibandingkan sebelumnya, mendapat lebih banyak musuh, dan hal-hal negatif lainnya. Begitu pun sebaliknya, belum tentu orang yang serba kekurangan akan mendapat ketenangan. Bisa jadi hidupnya tetap tidak tenang, dikarenakan menanggung hutang di mana-mana dan lain sebagainya.

Maka ingatlah, bahwa ketenangan hanya didapatkan oleh orang yang dekat dengan tuhannya, yaitu Allah. Maka bagi siapapun yang hidupnya sedang sangat rumit ataupun sulit, maka pulanglah kepada tuhanmu: Allah. Sebab sesungguhnya masalahmu yang begitu rumit akan selesai begitu saja, jika engkau mau kembali kepada tuhanmu. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ * اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”(QS. Al-Baqarah: 155-156)

Semoga kita termasuk sebagai bagian dari orang-orang yang Allah berikan ketenangan didalam hati kita, supaya tidak pusing-pusing memikirkan hiruk-pikuk dunia ini. Amin, ya rabbal ‘alamin.

Wallahu A’lam Bish-shawab…