Kita sebagai seorang muslim sudah pasti percaya, bahwasanya setiap amal yang kita lakukan akan dibalas, baik maupun buruk. Akan tetapi banyak manusia yang telah mengetahui akan kenyataan ini, namun tetap saja menjalankan hidup semaunya dan seenaknya sendiri, padahal hidup ini telah mempunyai aturannya.

Bahkan dalam hal yang remeh, seperti di dalam kantor maupun sekolah, lingkungan kita mempunyai aturannya sendiri. Dan barang siapa yang melanggarnya, maka akan ada hukuman yang setimpal. Dari itulah kita takut untuk melanggar hal tersebut. Sepatutnya ketika kalian menjalankan hidup ini, maka harus menaati aturan yang telah ditetapkan oleh Allah.

Bagaimana mungkin ada orang yang lebih takut kepada temannya, dibandingkan dengan atasan ataupun bos tertingginya? Maka orang pada umumnya akan lebih takut kepada bosnya, apalagi jika sampai marah kepadanya. Ini hanyalah perumpamaan dalam sisi manusiawi, yang mana keduanya sama-sama manusia. Lantas bagaimana jika melanggar perintah dari Tuhan yang telah menciptakannya?

Sementara dirinya malah lebih takut kepada makhluk, yang sama kedudukannya dengan dirinya, dibandingkan dengan Dzat yang menciptakan semua makhluk, yakni adalah Allah? Ia lebih takut tidak mendapatkan posisi di sisi manusia, dibandingkan tidak mendapatkan posisi di sisi yang Maha Kuasa? Ia melupakan Sang Pencipta, demi terpikat oleh sesuatu yang Dia ciptakan?

Apakah hal tersebut mungkin bagi seseorang yang berakal? Tentu orang yang berakal pasti paham, mana yang sepatutnya diutamakan dan didahulukan di setiap keadaan serta setiap hal. Yang pasti hal tersebut mengarah kepada Sang Haq, yaitu Allah. Ia tidak akan mengedepankan hawa nafsu maupun logikanya, akan tetapi ia pasti mengedepankan Allah diatas setiap keadaannya.

Wahai orang-orang yang mengaku beragama Islam, apa yang sebenarnya kalian cari di dunia ini? Sampai-sampai kalian berlomba-lomba mencari kekayaan di dunia, sehingga melupakan tuhan kalian yang Maha Kaya!

Dan apabila kalian telah mendapatkan apa yang kalian cari, apakah dengan itu kalian akan merasa puas? Atau merasakan ketenangan? Ingatlah, meskipun ketika pertama kali mendapatkan kenikmatan tersebut kalian merasa senang, akan tetapi itu hanya bersifat sementara. Karena kesenangan itu akan hilang, apabila kalian tertimpa musibah lainnya.

Ataukah hal tersebut akan menyelamatkan kalian dari azab Allah yang amat pedih? Tentu jelas, tidak sama sekali. Maka ingatlah dan renungilah baik-baik ayat al-Quran berikut ini:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ * وَيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ

“Semua yang berada di bumi itu akan binasa. Sebab yang kekal hanya Dzat Tuhanmu, yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.”(QS. Ar-Rahman: 26-27)