Shalat, shalat adalah hal yang wajib untuk dilakukan oleh setiap individu yang memeluk agama Islam, dan hal tersebut adalah sesuatu yang paling ditekankan di dalam islam, serta menjadi simbol yang melaksanakan shalat sudah pasti dicap sebagai orang yang memeluk agama Islam

Pentingnya Shalat Dalam Kehidupan Seorang Muslim

Mengapa shalat dapat menjadi sesuatu hal yang sangat amat diwajibkan didalam Islam?

Serta mengapa shalat menjadi sesuatu yang sangat amat ditekankan didalam Islam melebihi ibadah-ibadah yang lain seperti: mengaji, berdzikir, puasa, zakat dan lain semacamnya?

Ternyata hal tersebut tidak semata-mata terjadi begitu saja akan tetapi ada sesuatu yang terjadi yang menyebabkan shalat menjadi hal yang paling wajib dilakukan oleh umat muslim

Salah satunya ialah beberapa firman Allah yang berbunyi:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (QS. An-Nisa: 103)

Serta firman Allah yang berbunyi:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Serta sabda dari nabi Muhammad yang berbunyi

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

“Inti dari segala urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat (HR. Imam Ahmad Ibnu Hanbal)

Dari firman Allah serta dari sabda nabi Muhammad ini kita bisa mengambil garis tengah bahwasanya shalat adalah sesuatu yang sangat amat diwajibkan, bahkan shalat ditaruh dalam Arkanul Islam dalam posisi ke 2 setelah syahadat, yang mana ini menunjukkan bahwa, setelah seseorang masuk kedalam agama Islam ia diwajibkan untuk melaksanakan shalat.

Lantas mengapa shalat itu sangat diistimewakan di dalam agama kita ini, yaitu agama Islam

Perkara Yang Menjadikan Shalat Menjadi Sangat Istimewa Pada Agama Ini

  1. Mengapa shalat menjadi sangat istimewa? mari kita lihat kepada pertama kali diturunkan perintah untuk kita melaksanakan ibadah shalat.

Shalat pertamakali disyariatkan pada agama ini adalah ketika nabi melaksanakan perjalanan yang sangat agung, yang tidak ada orang yang pernah melakukannya, sebelum maupun sesudah nabi Muhammad, yaitu adalah perjalanan Isra’ Wal Mi’raj.

Seperti yang kita ketahui bersama Al-Isra’ adalah perjalanan nabi Muhammad dari kota Makkah menuju pada Baitul Maqdis, sebagaimana yang diabadikan di dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Isra’: 1)

Sementara Al-Mi’raj adalah perjalanan nabi Muhammad dari Baitul Maqdia kepada Sidratul Muntaha dan bertemu serta melihat tuhannya, yakni Allah, sebagaimana yang telah diabadikan pula di dalam surah An-Najm yang berbunyi:

لَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ (١٣) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰىۙ (١٤) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ (١٥) اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ (١٦) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى (١٧) لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ

(13) Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (14) (yaitu) di Sidratulmuntaha, (15) di dekatnya ada surga tempat tinggal (Jannatulma’wa), (16) (yaitu) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya, (17) penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui batas, (18) sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (QS. An-Najm: 13-18)

Dan mari kita berpikir sejenak setelah melihat ini, dari tempat pertama kali disyariatkannya shalat saja sudah tempat yuang bukan sepantasnya manusia berada disana akan tetapi disitulah pertama kali shalat disyariatkan dan sebagaimana cerita yang sudah sangat masyhur.

Bahwasanya pertamakali perintah tersebut turun shalat diwajibkan kepada kita sebanyak 50x dalam satu hari akan tetapi setelah nabi bertemu dengan Nabi Musa akhirnya nabi pun kembali kepada Allah lalu menawar hal tersebut sampai sebagaimana yang kita tahu bahwa shalat yang sekarang disyariatkan kepada kita yakni berjumlah 5.

Maka dari itu sepatutnya kita bersyukur disebabkan mempunyai seorang panutan yang sangat amat sering merasa kasihan kepada kita, akan tetapi banyak orang diluar sana yang bukannya malah bersyukur atas shalat yang 5 ini ia malah masih merasa keberatan, padahal ini sudah sangat diringankan dari pada yang sebelumnya.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai hambanya yang gemar dalam melaksanakan Shalat Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin.

Baca juga Sebutir Debu di Bawah Langit Allah