CARA BICARA RASULULLAH SAW

Rasulullah saw adalah sosok yang allah anugerahkan untuk mempunyai banyak kesempurnaan didalam dirinya,baik didalam akhlaqnya atau fisiknya.

Dari salah satu kesempurnaan yang allah saw anugrahkan kepada dirinya adalah kesempurnaan didalam berbicara.

Rasulullah adalah sosok yang mempunyai lisan yang sangat fasih didalam berbicara sehingga tidak ada manusia yang berbicara dengan bicara yang sangat fasih seperti beliau, Cara beliau bertutur kata sangatlah beradab, santun, bahasanya tersusun indah dan mudah dipahami. Setiap perkataan Rasulullah SAW mengandung kebenaran.

RASULULLAH BERBICARA DENGAN JAWAMI’ AL-KALIM

Rasulullah mempunyai gaya bahasa dengan  Jawami’ Al-Kalim yaitu berbicara dengan ungkapan yang singkat namun memiliki makna dan arti yang sangat luas hal ini dijelaskan didalam hadist yaitu rasulullah saw bersabda

بُعِثْتُ بِجَوَامِعِ الْكَلِمِ…

 Artinya:“Aku diutus dengan jawami’ al-kalim (ucapan singkat tetapi kaya dengan makna)… (HR.Imam Bukhari)

Hadist tersebut membuktikan rasulullah saw itu berbicara dengan perkataan yang singkat,padat,jelas dan memiliki makna dan arti yang sangat luas.

Dan dari contoh ungkapan rasulullah saw tersebut adalah

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya:”Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya.” (HR.Imam Bukhari)

Dari sepatah kata yang rasulullah saw ucapan itu menjadikan hampir dari semua syariat islam bergantung kepada niat,yang hal tersebut membuktikan bahwa dengan rasulullah saw mengucapkan suatu kalimat yang singkat ini menghasilkan arti dan makan yang sangat besar dan banyak

RASULULLAH SAW BERBICARA DENGAN JELAS DAN MUDAH DIPAHAMI

Dan dari contoh Jawami’ Al-Kalim  yang Rasulullah saw miliki adalah ucapan beliau  yang sangat mudah dipahami dan dimengerti hal ini dijelaskan oleh sayyidatuna aisyah

عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَسْرُدُ سَرْدَكُمْ هَذَا وَلَكِنَّهُ كَانَ يَتَكَلَّمُ بِكَلاَمٍ بَيْنَهُ فَصْلٌ يَحْفَظُهُ مَنْ جَلَسَ إِلَيْهِ .

Artinya:Dari Urwah, bahwa Aisyah berkata: “Rasulullah ﷺ tidak berbicara cepat seperti kalian sekarang, tetapi beliau berbicara dengan jelas, tidak membingungkan, sehingga orang-orang yang duduk bersamanya dapat menghafalnya.”( HR.Imam At-Tirmidzi )

Dari hadist tersebut menunjukkan bahwa rasulullah saw berbicara dengan pelan dan tidak dengan cepat sehingga jelas ucapannya dan mudah dipahami dan dimengerti.

RASULULLAH SAW MENGULANGI PERKATAANNYA 3 KALI

Rasulullah SAW memiliki gaya bicara dengan mengulangi perkataannya 3 kali agar pendengarnya bisa memahami dan mengerti dengan jelas hal ini dijelaskan didalam hadist yaitu

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَال كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُعِيدُ الْكَلِمَةَ ثَلاَثًا لِتُعْقَلَ عَنْهُ

Artinya: Anas bin Malik berkata: “Rasulullah ﷺ biasa mengulangi ucapan tiga kali agar dapat dipahami.” .”( HR.Imam At-Tirmidzi )

Hadist tersebut menunjukkan bahwa rasulullah saw mempunyai gaya bicara dengan cara mengulangi perkataannya dengan 3 kali   agar mudah dipahami dan dimengerti d

RASULULLAH SAW BICARA SEPERLUNYA

Rasulullah SAW dikenal oleh orang-orang sekitarnya sebagai sosok yang lebih banyak diam dan bicara seperlunya. Untuk itu, apa yang disampaikan olehnya selalu dalam kadar yang tepat dan kata-katanya tidak boros.

Hal tersebut dijealaskan didalam hadist yaitu

(كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ مُتَوَاصِلَ الْأَحْزَانِ دَائِمَ الْفِكْرَةِ لَيْسَتْ لَهُ رَاحَةٌ طَوِيلُ السَّكْتِ لَا يَتَكَلَّمُ فِي غَيْرِ حَاجَةٍ يَفْتَتِحُ الْكَلَامَ وَيَخْتِمُهُ بِاسْمِ اللَّهِ تَعَالَى وَيَتَكَلَّمُ بِجَوَامِعِ الْكَلِمِ كَلَامُهُ فَصْلٌ لَا فُضُولَ وَلَا تَقْصِيرَ

Artinya: “Rasulullah ﷺ adalah sosok yang senantiasa prihatin (dibalut duka cita), selalu berpikir, tidak ada waktu bagi beliau untuk bersantai, banyak diam, tidak berbicara jika tidak ada keperluan, beliau membuka dan menutup pembicaraan dengan menyebut nama Allah Ta’ala, berbicara dengan jawami’ul kalim (kalimat singkat padat makna), serta bicaranya tegas/jelas, tidak berlebihan (bertele-tele) dan tidak pula kekurangan (mengambang).” .”( HR.Imam At-Tirmidzi )

Didalam hadist tersebut menunjukkan bahwa rasulullah adalah sosok yang tidak suka banyak bicara dengan berbicara sesuai kebutuhan dan keperluan saja.

Itulah beberapa dari tata cara bicara rasulullah saw yang sangat sempurna.

Semoga dengan kita mengetahui tata cara bicara rasulullah saw bisa kita terapkan dan teladani didalam kehidupan sehari hari aamiin.