AKHLAK RASULULLAH

Secara etimologi, akhlak berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk jamak dari “khuluq”. Kata tersebut artinya: perilaku atau tabiat bawaan manusia sejak lahir.

Rasulullah adalah sosok manusia yang mempunyai akhlak yang sangat baik dan mulia, sampai-sampai Allah memujinya dalam al-Qur’an dengan firman-Nya:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS. Al-Qalam: 4)

Dari ayat tersebut bisa diambil pelajaran, bahwa akhlak Rasulullah sangatlah mulia dan agung. Bahkan dari akhlak beliau tersebut tidak ada manusia yang bisa menandinginya, sebab tingginya derajat akhlak Rasulullah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Shahabat Anas bin Malik, yang telah melayani Rasulullah selama 10 tahun. Dalam ucapannya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا

“Rasulullah adalah manusia yang paling baik akhlaknya.” (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim)

BAGAIMANA RASULULLAH BERAKHLAK?

Sebagaimana yang sudah diketahui dari penjelasan diatas, bahwa Rasulullah adalah sosok manusia yang mempunyai akhlak sangat agung dan mulia. Termasuk dari akhlak mulia Rasulullah yaitu:

MENJAWAB “LABBAIK” SAAT DIPANGGIL

Seperti yang dikatakan oleh Sayidah Aisyah:

مَا دَعَاهُ أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِ وَلَا مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ إِلَّا قَالَ: لَبَّيْك

“Tidak ada seorang pun dari para sahabatnya dan tidak pula dari anggota keluarganya (termasuk istri-istri) yang memanggil beliau, melainkan selalu menjawab: ‘Labbaik’ (artinya: aku penuhi panggilanmu, atau aku bersedia).”

SELALU TERSENYUM

Rasulullah ada sosok manusia yang selalu tersenyum dikala bertemu seseorang. Shahabat Jarir bin Abdullah memberikan kesaksian yang sangat indah, tentang bagaimana wajah Nabi Muhammad setiap kali bertemu dengannya:

مَا حَجَبَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ، وَلَا رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي

“Sejak aku masuk Islam, Nabi tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya. Dan tidaklah ia melihatku, melainkan ia selalu tersenyum di hadapanku.” (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim)

Bahkan saat detik-detik terakhir kehidupan, ketika tubuhnya sangat lemah akibat sakit keras, Rasulullah masih sempat memberikan senyuman terbaiknya kepada para shahabat. Anas bin Malik menceritakan momen ketika Nabi Muhammad membuka tirai kamarnya dan melihat para shahabat sedang Shalat Subuh berjamaah:

وَنَحْنُ صُفُوفٌ فِي الصَّلَاةِ، فَكَشَفَ النَّبيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتْرَ الْحُجْرَةِ يَنْظُرُ إِلَيْنَا، وَهُوَ قَائِمٌ كَأَنَّ وَجْهَهُ وَرَقَةُ مُصْحَفٍ، ثُمَّ تَبَسَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَاحِكًا

“Ketika kami sedang merapatkan shaf dalam shalat, Nabi membuka tirai kamarnya dan memandangi kami. Ia berdiri (dengan bersandar), wajahnya seindah lembaran mushaf (bersinar), kemudian Nabi tersenyum gembira (melihat umatnya bersatu dalam shalat).” (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim)

MENGUCAP SALAM

Rasulullah adalah sosok yang selalu memberi salam kepada siapapun, meski kepada anak kecil. Shahabat Anas bin Malik menceritakan sebuah momen di mana Rasulullah melewati sekumpulan anak-anak yang sedang bermain, dan beliau yang lebih dahulu menyapa mereka:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ

“Bahwa Rasulullah pernah melewati anak-anak kecil, lalu ia mengucapkan salam kepada mereka.” (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim)

Itulah sedikit dari banyaknya akhlak Rasulullah yang agung dan mulia. Oleh karena itu kita sebagai umatnya harus selalu meneladani dan mengikuti akhlak Rasulullah, sebagaimana dijelaskan didalam al-Quran Allah berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah, dan (kedatangan) hari kiamat, serta banyak mengingat Allah.”(QS. Al-Ahzab: 21)

Semoga kita sebagai umat Nabi Muhammad bisa selalu menjadikannya sebagai suri tauladan, dalam setiap gerak-gerik kita dan di kehidupan ini. Amin. []