KRAMAT JATI — Sepekan bersama santri Al-Ghanna, Sayyid Abdurrahman wariskan banyak pelajaran penting. Pondok Pesantren Al-Ghanna sukses menggelar kegiatan daurah ilmiah selama satu pekan penuh, terhitung sejak tanggal 3 hingga 10 Juni 2026 M. Sayyid Abdurrahman bin Abdullah Ishaq al-Hasani menjadi narasumber langsung kegiatan religius yang sarat akan nilai spiritual ini. Beliau merupakan seorang mudarris(pengajar) senior dari institusi keilmuan Islam terkemuka dunia, Darul-Mushthafa, Tarim, Hadramaut, Yaman.

Selama sepekan penuh, ulama yang aktif dalam penyebaran keislaman klasik tersebut membimbing para santri dan jajaran pengajar Pondok Pesantren Al-Ghanna. Untuk memaksimalkan khazanah keilmuan peserta, daurah ini mengkaji secara mendalam (khatam) dua kitab penting dan monumental:

  • al-Khulashah fi ‘ilmil-Wadha’ – Sebuah kitab yang membedah secara khusus ilmu Wadha’, yaitu disiplin ilmu mengenai asal-usul penerapan istilah, makna, dan konsep dasar dalam bahasa Arab.
  • Ayyuhal-Waladkarya Imam al-Ghazali – Kitab legendaris yang mengulas untaian nasihat mendalam di bidang akhlak, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), serta tasawufpraktis untuk kehidupan sehari-hari.

Daurah ini menggunakan metode kajian kitab kuning secara langsung (talaqqi). Pihak pesantren menilai metode tradisional ini paling efektif karena sanad keilmuan tersambung langsung tanpa sekat.

Setiap hari, para peserta dengan antusias mengikuti sesi kajian. Panitia sengaja menyelingi sesi tersebut dengan ruang diskusi interaktif, tanya jawab, serta penjelasan kontekstual. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan sangat khidmat, khusyuk, dan dipenuhi semangat literasi yang tinggi dari seluruh civitas akademika pesantren.

Kehadiran Sayyid Abdurrahman di Kramat Jati ini bertujuan utama untuk memperkaya khazanah keilmuan santri dengan literatur klasik yang otentik. Selain memperkuat pemahaman keagamaan di bidang ushul dan akhlak, daurah ini juga bertujuan mempererat hubungan diplomatik keilmuan. Khususnya antara pondok pesantren di Indonesia dengan pusat peradaban ilmu di Hadramaut, Yaman.

Pihak penanggung jawab Pondok Pesantren Al-Ghanna menyambut baik kehadiran sang ulama. Mereka berharap agenda serupa dapat terus istiqamah dilaksanakan di masa mendatang demi kemajuan syiar ilmu agama di kalangan umat Islam tanah air.

—Deren