
Ustadz Thoifur adalah salah satu pengajar berpengalaman di Pondok Pesantren Al-Ghanna Jakarta yang dikenal dengan wibawanya, kedalaman ilmunya, dan keteguhannya dalam mengajarkan nilai-nilai keislaman. Beliau lahir di Bangkalan pada 13 Mei 1992, dan kini menetap di Batusari Barat RT 002/RW 001, Batusari, Batuceper, Kota Tangerang.
Sebagai sosok pendidik, beliau dikenal disiplin, teliti, dan penuh tanggung jawab, namun tetap menampilkan kelembutan dan ketenangan dalam mendidik santri-santrinya.
Perjalanan Pendidikan
Ustadz Thoifur menempuh pendidikan dasar di SDN Pakong 2, kemudian melanjutkan ke MTs Tamansari, dan menamatkan pendidikan menengah di Pondok Pesantren Sidogiri, salah satu pesantren tertua di Indonesia yang terkenal dengan kedalaman ilmunya dan keteguhan sanad keilmuannya.
Kecintaan beliau terhadap ilmu mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di STISNU Nusantara Tangerang, di mana beliau memperdalam ilmu agama secara akademis, serta memperluas wawasan tentang pendidikan Islam dan peranannya di masyarakat modern.
Selain pendidikan formal, beliau juga merupakan lulusan dari Pondok Pesantren Sidogiri, tempat di mana beliau banyak belajar tentang fiqih, bahasa Arab, dan berbagai cabang keilmuan Islam lainnya.
Selama menimba ilmu, beliau dibimbing oleh para guru dan ulama yang berwibawa, di antaranya Ustadz Musleh, Ustadz Fathurrahman, Ustadz Samsul Arifin, dan KH. Bashori Alwi. Dari merekalah beliau belajar pentingnya istiqamah, kesederhanaan, serta amanah dalam mengemban tanggung jawab sebagai seorang pendidik dan dai.
Bidang Keilmuan dan Pengajaran
Ustadz Thoifur memiliki keahlian yang luas dalam bidang Fiqih dan Nahwu, dua disiplin ilmu pokok dalam dunia pesantren yang menjadi fondasi pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadis.
Selain itu, beliau juga dikenal sebagai pengajar yang kompeten dalam bidang Tafsir, Mantiq, dan Ushul Fiqih, di mana beliau tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga menanamkan nilai-nilai logika dan hikmah di balik setiap hukum Islam.
Metode pengajaran beliau menekankan keseimbangan antara kedalaman ilmu dan pengamalan. Ia sering mengingatkan para santri bahwa ilmu bukan untuk kebanggaan, melainkan untuk pengabdian. Dengan pengalaman mengajar yang matang, beliau menjadi sosok yang dihormati dan dijadikan rujukan oleh banyak santri dalam memahami ilmu-ilmu alat dan hukum Islam.
Pengalaman Organisasi dan Dakwah
Dalam bidang organisasi dan dakwah, Ustadz Thoifur aktif berperan sebagai pembimbing di lingkungan pesantren maupun masyarakat. Meskipun lebih banyak berfokus pada pengajaran, beliau juga dikenal sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan majelis taklim.
Gaya dakwahnya sederhana dan menenangkan — mengajak umat kepada kebaikan dengan keteladanan, bukan hanya dengan ucapan.
Beliau meyakini bahwa dakwah sejati dimulai dari keikhlasan niat, sebagaimana nasihat para guru beliau: “Sampaikan kebenaran dengan kasih, niscaya ia akan masuk ke dalam hati.”
Pandangan tersebut tercermin dalam keseharian beliau yang penuh ketenangan dan keikhlasan dalam melayani umat.
Pribadi dan Inspirasi
Sebagai pribadi, Ustadz Thoifur dikenal bersahaja dan konsisten dalam menjaga adab serta ketertiban. Ia mengajarkan bahwa ilmu harus diiringi dengan akhlak, dan bahwa seorang guru sejati adalah yang mendidik dengan keteladanan, bukan hanya dengan kata-kata.
Beliau senantiasa menasihati santri untuk tidak cepat puas dengan sedikit ilmu, karena menurutnya, ilmu adalah lautan yang tak bertepi.
“Belajarlah dengan niat ibadah, bukan hanya untuk kepandaian, sebab ilmu yang barokah lahir dari hati yang ikhlas.”
Itulah pesan yang sering beliau ulang di setiap awal pengajaran, mengingatkan bahwa keikhlasan adalah kunci keberkahan ilmu.
Motto hidup: Menjadi pengajar yang bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak dan keikhlasan.
Hobi: Membaca kitab dan berdiskusi tentang tafsir dan ushul fiqih.


















